Arus Publik

Pesan Seno Aji untuk Keluarga Besar IPSI Kaltim: Siap Perbaiki Kinerja Organisasi

MEMBERI ARAHAN - Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji saat menutup Musyawarah Provinsi (Musprov) X Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Timur Tahun 2026 di Hotel Puri Senyiur Samarinda, Sabtu (25/7/2026)/ IG @pemprov_kaltim

ARUSBAWAH.CO - Di balik setiap medali yang dibawa pulang atlet pencak silat Kalimantan Timur, ada latihan yang tak mengenal lelah, ada pelatih yang sabar membimbing, dan ada keluarga yang selalu mendoakan dari kejauhan.

Bagi Seno Aji, itulah makna sesungguhnya sebuah prestasi.

Karena itu, setelah dipercaya memimpin Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Timur periode 2026–2030, ia menekankan pada satu hal yang penting, yakni soal semangat kebersamaan. 

Menurutnya, menjaga semangat kebersamaan dan pembinaan atlet jauh lebih penting agar tradisi juara tetap hidup.

"Prestasi itu tidak pernah lahir dari satu orang. Prestasi adalah hasil kerja bersama. Ada atlet, pelatih, pengurus, orang tua, hingga seluruh perguruan yang saling mendukung. Tugas kita sekarang adalah menjaga semangat itu agar tidak pernah padam," ujar Seno Aji.

Ucapan itu bukan tanpa alasan.

Dalam beberapa tahun terakhir, IPSI Kalimantan Timur konsisten menjadi salah satu cabang olahraga penyumbang prestasi bagi Benua Etam.

Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024, kontingen pencak silat Kalimantan Timur berhasil meraih dua medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu.

Dua medali emas dipersembahkan oleh kakak beradik Iqbal Candra Pratama dan Dinda Nuraidha, sementara atlet-atlet muda lainnya turut menyumbangkan satu medali perak dan dua medali perunggu.

Prestasi itu kemudian berlanjut di level internasional.

Pesilat asal Kota Bontang, Fitri Mawarni, sukses mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia pada 10th Asian Pencak Silat Championship 2026, sekaligus menambah daftar atlet binaan IPSI Kaltim yang mampu bersaing di tingkat Asia.

Bagi Seno Aji, deretan prestasi tersebut menjadi modal berharga. Namun ia mengingatkan bahwa medali bukanlah garis akhir.

"Kalau hari ini kita juara, jangan merasa sudah selesai. Justru itu menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras lagi. Atlet-atlet muda harus disiapkan dari sekarang agar estafet prestasi tidak pernah terputus," katanya.

Ia ingin kepengurusan IPSI Kaltim menjadi rumah besar bagi seluruh perguruan pencak silat tanpa membedakan latar belakang.

Menurutnya, perbedaan bukan alasan untuk berjalan sendiri-sendiri, melainkan kekuatan yang harus dirangkul demi kemajuan olahraga pencak silat di Kalimantan Timur.

"Silat mengajarkan kita menghormati lawan, menghargai guru, dan menjaga persaudaraan. Nilai-nilai itu jangan hanya hidup di gelanggang pertandingan, tetapi juga menjadi budaya dalam organisasi."

Seno Aji meyakini, keberhasilan IPSI tidak hanya diukur dari banyaknya medali yang diraih.

Lebih dari itu, organisasi harus mampu melahirkan generasi muda yang disiplin, rendah hati, berkarakter, dan bangga terhadap warisan budaya bangsa.

"Kalau nanti ada anak-anak Kalimantan Timur yang bermimpi menjadi juara dunia karena terinspirasi oleh atlet-atlet kita hari ini, itu adalah kemenangan yang jauh lebih besar daripada sekadar medali." katanya. 

JABAT TANGAN - Seno Aji saat hadir dalam penutupan Musyawarah Provinsi (Musprov) X Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Timur Tahun 2026/ IG @pemprov_kaltim

 

Tak cuma itu, ada keinginan untuk perbaikan organisasi juga yang akan dilakukan Seno Aji ke depannya. 

Pasalnya, dari informasi yang ia terima ada beberapa keluhan dari perguruan terkait tata kelola organisasi. Ini yang ia kejar untuk diperbaiki. 

"Saat ini keluhan seluruh perguruan itu tidak ada manajemen yang baik selama kepengurusan terdahulu," jelasnya. 

Di akhir pesannya, Seno Aji menyampaikan motivasi bagi seluruh atlet yang sedang berlatih di berbagai daerah di Kalimantan Timur.

"Teruslah berlatih dengan sungguh-sungguh. Hormati pelatih, sayangi orang tua, dan jangan pernah berhenti belajar. Percayalah, setiap tetes keringat yang kalian keluarkan hari ini akan menemukan waktunya untuk menjadi kebanggaan, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, daerah, dan Indonesia."

Bagi Seno Aji, menjaga tradisi juara bukan hanya tentang mempertahankan prestasi yang sudah ada.

Lebih dari itu, IPSI Kaltim harus mampu menciptakan ruang bagi lahirnya generasi pesilat baru yang kelak mengharumkan nama Benua Etam di tingkat nasional hingga internasional. (red)

 

Tag

MORE