ARUSBAWAH.CO - Kinerja ekonomi Pulau Kalimantan pada Triwulan I-2026 menunjukkan tren pertumbuhan positif secara tahunan, namun masih mengalami penurunan jika dibandingkan kuartal sebelumnya.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi regional Kalimantan tumbuh 4,08 persen secara year on year (y-on-y) dibandingkan Triwulan I-2025.
Namun secara kuartalan (q-to-q), justru mengalami kontraksi 3,78 persen.
Kalbar Jadi Provinsi dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi
Dari lima provinsi di Kalimantan, Kalimantan Barat mencatat pertumbuhan ekonomi paling tinggi dengan capaian 6,14 persen.
Posisi berikutnya ditempati:
- Kalimantan Selatan: 5,67 persen
- Kalimantan Utara: 5,23 persen
- Kalimantan Tengah: 3,79 persen
- Kalimantan Timur: 2,99 persen
Dengan angka tersebut, Kalimantan Timur menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi paling rendah atau “paling buncit” di Pulau Kalimantan pada periode ini.
Meski tetap tumbuh positif, laju ekonomi Kaltim tertinggal cukup jauh dari Kalbar dan Kalsel.
Semua Provinsi Alami Kontraksi Secara Kuartalan
Berbeda dengan pertumbuhan tahunan, seluruh provinsi di Kalimantan mengalami penurunan ekonomi jika dibandingkan Triwulan IV-2025.
Kontraksi terdalam terjadi di:
- Kalimantan Tengah: -7,46 persen
- Kalimantan Selatan: -5,30 persen
- Kalimantan Timur: -3,69 persen
- Kalimantan Utara: -3,50 persen
- Kalimantan Barat: -0,01 persen
Kondisi ini menunjukkan perlambatan aktivitas ekonomi di awal 2026 di hampir seluruh wilayah Kalimantan.
Struktur Ekonomi Masih Didominasi Kaltim
Meski pertumbuhannya paling rendah, Kalimantan Timur tetap menjadi penyumbang terbesar perekonomian Pulau Kalimantan.
Kontribusi masing-masing provinsi adalah:
- Kalimantan Timur: 46,48 persen
- Kalimantan Barat: 17,61 persen
- Kalimantan Selatan: 15,39 persen
- Kalimantan Tengah: 12,39 persen
- Kalimantan Utara: 8,13 persen
Dominasi Kaltim masih sangat kuat, hampir separuh ekonomi Kalimantan berasal dari provinsi ini.
Kaltim Tumbuh Lambat, Tapi Tetap Jadi Penopang Utama
Meskipun mencatat pertumbuhan paling rendah di antara provinsi lain, Kalimantan Timur masih menjadi motor utama ekonomi regional.
Namun data Triwulan I-2026 menunjukkan adanya perlambatan yang perlu menjadi perhatian, terutama jika dibandingkan dengan provinsi lain yang mampu tumbuh lebih cepat.
Dengan dinamika ini, peta ekonomi Kalimantan menunjukkan adanya pergeseran kecepatan pertumbuhan antarwilayah, meski struktur dominasi ekonomi masih belum berubah signifikan. (pra)




