ARUSBAWAH.CO - Data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan memperlihatkan perbandingan kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) antara Kota Balikpapan dan Kota Samarinda dalam lima tahun terakhir.
Berdasarkan data yang dihimpun redaksi Arusbawah.co dari portal resmi DJPK Kemenkeu per Januari 2026, perbandingan PAD dua kota tersebut tercatat sejak tahun anggaran 2020 hingga 2024.
Selama periode itu, Kota Balikpapan dipimpin oleh Wali Kota Rahmad Mas’ud, sementara Kota Samarinda dipimpin oleh Wali Kota Andi Harun.
Keduanya saat ini sama-sama menjabat untuk periode kedua.
Kinerja PAD Kota Balikpapan Tahun 2020–2024
PAD Kota Balikpapan Tahun 2020
Pada tahun 2020, Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan PAD sebesar Rp715,00 miliar.
Namun hingga Desember 2020, realisasi PAD tercatat Rp609,06 miliar atau 85,18 persen dari target.
Pajak daerah menjadi penyumbang utama dengan realisasi Rp425,13 miliar dari target Rp515,29 miliar atau 82,50 persen.
Retribusi daerah tercatat Rp49,27 miliar atau 75,59 persen dari target.
Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan hanya mencapai 60,75 persen.
Sementara itu, lain-lain PAD yang sah justru melampaui target dengan capaian 109,81 persen.
PAD Kota Balikpapan Tahun 2021
Memasuki 2021, PAD Balikpapan menunjukkan perbaikan signifikan.
Dari target Rp692,00 miliar, realisasi mencapai Rp755,06 miliar atau 109,11 persen.
Pajak daerah terealisasi Rp537,49 miliar atau 104,37 persen.
Namun retribusi daerah masih rendah dengan capaian 69,10 persen.
Pos hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan mencapai 109,19 persen, sedangkan lain-lain PAD yang sah melonjak hingga 160,44 persen.
PAD Kota Balikpapan Tahun 2022
Pada 2022, target PAD dinaikkan menjadi Rp850,00 miliar.
Realisasi hingga Desember 2022 tercatat Rp811,26 miliar atau 95,44 persen.
Pajak daerah hampir memenuhi target dengan capaian 98,73 persen.
Namun retribusi daerah turun tajam, hanya 54,11 persen.
Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan juga rendah di angka 56,48 persen.
Lain-lain PAD yang sah kembali melampaui target dengan capaian 109,69 persen.
PAD Kota Balikpapan Tahun 2023
Tahun 2023, Balikpapan memasang target PAD cukup tinggi sebesar Rp1,084 triliun.
Namun realisasi hanya mencapai Rp901,03 miliar atau 83,10 persen.
Pajak daerah menjadi komponen terlemah dengan capaian 75,97 persen.
Sebaliknya, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan justru melonjak drastis dengan capaian 204,17 persen.
Lain-lain PAD yang sah kembali mencatat kinerja di atas target sebesar 113,41 persen.
PAD Kota Balikpapan Tahun 2024
Pada 2024, PAD Balikpapan kembali meningkat.
Dari anggaran Rp1,253 triliun, realisasi tercatat Rp1,132 triliun atau 90,36 persen.
Pajak daerah mencapai 84,52 persen.
Retribusi daerah menjadi sorotan karena terealisasi Rp230,34 miliar atau 100,03 persen dari target.
Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan hampir tepat sasaran dengan capaian 98,19 persen.
Lain-lain PAD yang sah kembali melonjak hingga 169,35 persen.
PAD Kota Samarinda Konsisten dan Kerap Lampaui Target
PAD Kota Samarinda Tahun 2020
Sementara itu, Kota Samarinda menunjukkan pola PAD yang lebih stabil dan cenderung melampaui target.
Pada 2020, dari target PAD Rp516,44 miliar, realisasi tercatat Rp485,19 miliar atau 93,95 persen.
Pajak daerah terealisasi Rp314,00 miliar atau 91,13 persen.
Retribusi daerah mencapai 80,96 persen.
Lain-lain PAD yang sah melampaui target dengan capaian 113,25 persen.
PAD Kota Samarinda Tahun 2021
Tahun 2021, meskipun sistem DJPK mencatat adanya indikasi anomali data, PAD Samarinda tetap melampaui target.
Dari anggaran Rp534,09 miliar, realisasi mencapai Rp573,73 miliar atau 107,42 persen.
Pajak daerah mencatat capaian 108,53 persen.
Retribusi daerah hanya 73,01 persen, sementara hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan turun ke 49,42 persen.
Lain-lain PAD yang sah mencapai 125,50 persen.
PAD Kota Samarinda Tahun 2022
Lonjakan besar terjadi pada 2022.
Dari target Rp534,89 miliar, PAD Samarinda terealisasi Rp736,08 miliar atau 137,61 persen.
Pajak daerah melonjak tajam hingga 143,82 persen.
Retribusi daerah mendekati target di angka 95,05 persen.
Lain-lain PAD yang sah kembali tinggi dengan capaian 137,94 persen.
PAD Kota Samarinda Tahun 2023
Pada 2023, Samarinda kembali mencatat kinerja positif.
Dari target Rp743,42 miliar, realisasi mencapai Rp789,55 miliar atau 106,20 persen.
Seluruh komponen PAD berada di atas atau mendekati target, termasuk retribusi daerah yang mencapai 110,46 persen.
PAD Kota Samarinda Tahun 2024
Tahun 2024 menjadi puncak capaian PAD Samarinda dalam lima tahun terakhir.
Dari target Rp875,02 miliar, realisasi PAD mencapai Rp1,039 triliun atau 118,74 persen.
Pajak daerah mencapai 111,55 persen.
Lain-lain PAD yang sah melonjak tajam dengan realisasi Rp215,22 miliar atau 272,28 persen dari target.
Perbandingan PAD Balikpapan dan Samarinda
Data DJPK Kementerian Keuangan memperlihatkan bahwa Balikpapan unggul dari sisi besaran nominal PAD, namun pencapaian targetnya cenderung naik turun.
Sebaliknya, Samarinda menunjukkan tren PAD yang lebih konsisten dan dalam beberapa tahun terakhir mampu melampaui target secara signifikan.
(wan)
- 13 Negara Pembeli Batu Bara Kaltim, China Masih Nomor Wahid! 6,5 Kali Lipat APBD Kaltim 2026
- Cek Angka Persentase Pembatalan Penerima Gratispol di ITK!
- Data BPS: Dari Rp29,3 Triliun ke Rp26,4 Triliun, Ekspor Migas-Nonmigas Kaltim Merosot Hampir Rp3 Triliun
- 2025–2026: Jembatan Mahakam Lima Kali Ditabrak, Mayoritas Terjadi di Luar Jam Pengolongan




