Baca juga:
- Deretan Demo Serentak di Kaltim 1 September 2025, Samarinda Jadi Pusat Massa Terbesar
- Sahroni - Eko Patrio Cs Dinonaktifkan dari Anggota DPR, Akademisi Nilai Istilahnya Tak Ada! Castro: Dikiranya Kita Bodoh Ya?
- CEA Bersama 94 Organisasi Sipil Kecam Kekerasan Aparat, Aksi Serentak Jadi Ajang Represi, Presiden Diminta Bertindak
HMPS FKIP Tegaskan Tuduhan Tidak Berdasar
Sementara itu, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) FKIP Unmul juga menyampaikan pernyataan resmi melalui akun Instagram.
Mereka membantah tuduhan kepemilikan bom molotov, vandalisme, hingga penggunaan simbol PKI untuk propaganda.
“Tuduhan pembuatan bom molotov, lukisan PKI, hingga smoke bomb adalah hal yang tidak mendasar,” tulis HMPS dalam pernyataannya.
Mereka menegaskan:
- Tidak membenarkan vandalisme dalam bentuk apapun.
- Menolak penggunaan kekerasan.
- Menilai tuduhan kepolisian sebagai bentuk kriminalisasi gerakan mahasiswa.
- Selain itu, mereka menyebut bahwa smoke bomb yang ditemukan hanyalah properti acara ospek, bukan barang berbahaya.




