Pada September 2020, jumlahnya melonjak menjadi 243,99 ribu jiwa, tertinggi dalam delapan tahun terakhir.
Tren Penurunan Pasca Pandemi
Setelah pandemi mereda, tren perlahan berubah.
Maret 2023, jumlah penduduk miskin masih berada di angka 231,07 ribu jiwa.
Namun pada Maret 2024 turun menjadi 221,34 ribu jiwa, dan kembali menyusut pada September 2024 menjadi 211,88 ribu jiwa.
Penurunan ini terutama terjadi di wilayah perdesaan, di mana jumlah penduduk miskin berkurang dari 102,90 ribu jiwa menjadi 93,69 ribu jiwa hanya dalam waktu enam bulan.
Persentase Kemiskinan Kalimantan Timur Menurun
Dari sisi persentase, kemiskinan di Kaltim menunjukkan tren penurunan jangka panjang.
Pada Maret 2017, tingkat kemiskinan berada di angka 6,19 persen, dengan kesenjangan tajam antara kota (3,99 persen) dan desa (10,50 persen).
Pandemi kembali mendorong angka itu naik menjadi 6,64 persen pada September 2020.
Setelahnya, grafik perlahan menurun hingga mencapai 5,51 persen pada September 2024.
Desa Masih Jadi Kantong Kemiskinan Terbesar
Penurunan paling terasa terjadi di desa, dari 8,76 persen pada Maret 2024 menjadi 8,00 persen pada September 2024.
Tag



