ARUSBAWAH.CO - Sebanyak 65.004 siswa baru tingkat SMA, SMK, dan SLB di Kalimantan Timur dipastikan akan menerima bantuan perlengkapan sekolah secara gratis dari Pemerintah Provinsi (Pemprov Kaltim) pada tahun ajaran 2025/2026.
Bantuan ini mencakup seragam nasional putih abu-abu, seragam pramuka, sepatu, dan tas, yang akan dibagikan langsung melalui sekolah masing-masing setelah proses penerimaan siswa baru selesai.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Rahmat Ramadhan, mengatakan bahwa program ini berlaku untuk siswa baru di 447 satuan pendidikan negeri dan swasta yang tersebar di seluruh wilayah Kaltim.
Ia menekankan bahwa langkah ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memberikan akses pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.
Pemprov Kaltim telah mengalokasikan dana sekitar Rp700 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 untuk sektor pendidikan.
Selain untuk pengadaan seragam dan perlengkapan sekolah, anggaran tersebut juga mencakup Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), pelatihan peningkatan kompetensi guru, insentif untuk tenaga pendidik, serta pendanaan kegiatan ekstrakurikuler agar bisa diakses siswa tanpa dipungut biaya.
Dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB), Pemprov Kaltim menetapkan sistem seleksi melalui beberapa jalur, termasuk jalur zonasi domisili prioritas, afirmasi, prestasi, mutasi tugas orang tua, serta jalur anak guru atau tenaga kependidikan.
Tahap pertama PPDB dijadwalkan berlangsung pada 16 hingga 19 Juni 2025, dengan pengumuman hasil pada 20 Juni 2025.
Tahap kedua akan dilaksanakan pada 23 hingga 26 Juni 2025, dan hasilnya diumumkan pada 30 Juni 2025. Para siswa yang dinyatakan lolos wajib melakukan daftar ulang pada 1–3 Juli 2025, dan tahun ajaran baru akan dimulai pada 14 Juli 2025.
Rahmat berharap program bantuan ini dapat meringankan beban orang tua dalam mempersiapkan anak-anak mereka menyambut tahun ajaran baru.
Ia juga menegaskan bahwa Pemprov Kaltim terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan sebagai bagian dari strategi besar menyambut pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur, dengan fokus membangun sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif. (adv)




