ARUSBAWAH.CO - Penggunaan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sedang masuk dalam tahapan perencanaan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi)
Dalam satu acara di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Rabu (11/12/2024) lalu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria ungkap hal itu.
Ia sampaikan pemerintah akan mulai penyusunan panduan pada Januari 2025 mendatang dengan melalui serangkaian tahapan, termasuk di antaranya adalah diskusi publik dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Mulai tahun depan, kita akan mulai serial diskusi dengan stakeholder untuk meningkatkan regulasi supaya menjadi lebih solid,” kata Nezar Patria saat hadir di acara Komdigi Menjangkau: Campus, We’re Coming AI Day di UGM.
"Prinsipnya, kita ingin memaksimalkan manfaat AI sambil meminimalkan risikonya,” lanjutnya lagi.
Ia lanjutkan, bahwa penggunaan AI semestinya bisa diatur ke arah positif.
Jika tidak, penggunaan AI berpotensi menimbulkan risiko.
Nezar Patria sorot soal adanya kemungkinan bias dalam data latih yang dapat memperkuat diskriminasi sosial, serta potensi AI yang semakin cerdas untuk mengambil keputusan yang tidak terduga.
Sebagai contoh, Nezar mengungkap sebuah kasus di mana AI memanfaatkan layanan manusia untuk memecahkan tantangan CAPTCHA dengan berpura-pura sebagai individu dengan gangguan penglihatan.
Untuk itu, masyarakat diimbau untuk menguasai teknologi AI secara bijak.
"Jadi, ayo kuasai AI, jangan sampai kita yang dikuasai. Mari kita manfaatkan teknologi ini untuk kebaikan bersama,” pungkas Nezar Patria. (pra)




