Advertorial

Pemerataan IPM, Hamas Minta Pemprov Masukkan Program-Program Terkait di RPJMD 2024 - 2029 

Kamis, 28 November 2024 13:46

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud/ Foto: HO

ARUSBAWAH.CO - Adanya ketimpangan dalam hal Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih terjadi di Kalimantan Timur.

Ketimpangan itu, jika dilakukan perbandingan angka IPM dari kabuapaten/kota yang satu ke kabupaten/ kota lainnya.

Hal ini pun turut diakui oleh Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud.

Jika melihat data, antara Samarinda dan Mahakam Ulu misalnya, ada ketimpangan IPM yang jelas terlihat.

Samarinda memiliki IPM di angka 82,32, sementara Mahakam Ulu yakni 69,59, terendah di Kaltim.

Ini menandakan, kata Hamas, sapaan akrabnya, adanya tidak samanya untuk pembangunan manusia di kab/ kota di Kaltim.

"Ini yang harus diketahui, untuk dikejar bersama. Minimal perbedaan IPM-nya tidak terlalu jauh berbeda," ucap Hamas.

Untuk itu, Hasanuddin Mas'ud meminta agar Pemprov Kaltim bisa memasukkan beberapa program-program untuk peningkatan dan pemertaan IPM di Bumi Etam.

Program-program ini ia minta untuk dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim Tahun 2024-2029.

Sehingga, meski angka perekonomian Kaltim membaik, tetap harus diukur pula untuk angka sumber daya manusianya.

"Fokusnya pada pemerataan IPM, sehingga tak ada ketimpangan antara satu kabupaten dengan kabupaten lainnya," pungkasnya. (adv)

Tag

MORE