Arus Publik

Pedagang Pasar Pagi Samarinda Tunggu Kabar Undian Kios

Pedagang Resah Menanti Kepastian

Selasa, 30 September 2025 17:51

GEDUNG - Gedung Pasar Pagi Samarinda yang sudah direvitalisasi/ HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda yang digadang-gadang sebagai wajah baru perdagangan ternyata juga menimbulkan keresahan di kalangan pedagang.

Nurul, pedagang pakaian yang sudah berjualan sejak 2007, mengaku bingung dengan arah kebijakan.

Meski memiliki Surat Keterangan Tempat Usaha Berdagang (SKTUB) dan pernah menempati dua petak lapak, ia merasa tidak mendapat kepastian jelas soal kapan dirinya akan bisa mulai berjualan di gedung Pasar Pagi yang sudah direvitalisasi pemerintah itu. 

Nurul bersama dengan pedagang lainnya hingga saat ini masih menunggu untuk kabar dari Pemkot Samarinda, khususnya terkait undian kios

“Yang kami dengar akan ada sosialisasi dan undian kios, tapi faktanya belum pernah ada kabar resmi. Kami nunggu realisasinya, kami juga butuh kepastian untuk melanjutkan usaha,” keluh Nurul, Kamis (25/9/2025).

Ia bahkan berharap media bisa menjadi penyampai informasi, karena akses resmi dari pemerintah dinilai masih minim.

“Tolong dikabarin ya,” tambahnya.

Pemkot Samarinda Jelaskan Tahapan Undian Kios

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani atau Yama, menegaskan undian kios tidak bisa dilakukan terburu-buru.

Menurutnya, tahapan baru bisa dimulai setelah instalasi listrik rampung.

“Begitu sistem kelistrikan tuntas, kami akan adakan sosialisasi terlebih dahulu. Setelah itu baru bisa masuk ke tahap pengundian. November rencananya diresmikan dan langsung beroperasi,” jelas Yama.

 

Penataan Kios Dipastikan Adil

Hal senada disampaikan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Samarinda, Marnabas Patiroy. Ia memastikan penataan kios berlangsung transparan dan adil.

Data pedagang yang tercatat mencapai 2.500 orang aktif dengan SKTUB sudah tersimpan lengkap berbasis “by name by address”. Sistem ini mencegah praktik jual-beli kios secara gelap.

“Kalau ada yang mencoba beli lapak dengan cara instan, sudah pasti dia sendiri yang rugi. Sistem ini dirancang untuk mencegah permainan seperti itu,” tegas Marnabas.

Revitalisasi Bukan untuk Jadi Mal

Marnabas juga menegaskan, revitalisasi bukan berarti mengubah Pasar Pagi menjadi pusat perbelanjaan modern.

Pemerintah hanya menanggung fasilitas dasar seperti listrik dan penerangan.

Adapun kebutuhan tambahan seperti pendingin ruangan atau kulkas, tetap menjadi tanggungan pedagang.

“Kami tidak ingin pasar rakyat berubah jadi mall. Kalau biaya operasional terlalu besar, pedagang kecil yang akan jadi korban. Itu yang kami hindari,” tutupnya. (pra)

 

Tag

MORE