Di sektor kesehatan, prevalensi stunting pada 2024 masih berada di angka 22,20 persen.
Sementara itu, ibu hamil dengan kekurangan energi kronis mencapai 10 persen.
Persoalan kemiskinan juga masih menjadi perhatian.
Tingkat kemiskinan di Kaltim pada 2025 tercatat 5,19 persen, dengan jumlah penduduk miskin mencapai 199,71 ribu jiwa.
Indikator kedalaman kemiskinan (P1) juga tercatat di angka 0,830, yang menunjukkan masih adanya ketimpangan kesejahteraan.
Pengangguran dan Ketahanan Pangan Jadi Tantangan
Sekda juga menyoroti tingginya angka pengangguran terbuka (TPT) yang mencapai 5,18 persen pada 2025.
Menariknya, pengangguran didominasi oleh lulusan SMK dengan angka 7,72 persen.
Di sisi lain, ketahanan pangan daerah dinilai masih rentan.
Rasio pemenuhan beras baru mencapai 48,73 persen, sementara terdapat 107 desa yang masuk kategori rawan pangan.




