Advertorial

Minim Partisipasi Demokrasi, DPRD Kaltim Ajak Pemuda Bangkit Kawal Kebijakan Publik

Jumat, 23 Mei 2025 17:11

POTRET - Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi (Foto: Instagram @darlis_pattalongi)

ARUSBAWAH.CO - Minimnya keterlibatan masyarakat dalam proses demokrasi dinilai menjadi tantangan serius yang menghambat lahirnya kebijakan publik yang benar-benar berpihak pada kebutuhan rakyat.

Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, saat menjadi pembicara dalam gelaran Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-5 yang berlangsung di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kota Samarinda, Jumat (23/5/2025).

Dalam forum yang dipenuhi puluhan pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan, Darlis menekankan bahwa demokrasi sejati tak berhenti pada bilik suara, tetapi bertumpu pada partisipasi aktif dan kesadaran kolektif.

“Kalau masyarakat, khususnya generasi muda, hanya diam atau sekadar jadi penonton, maka kebijakan yang lahir rawan tak sesuai dengan realitas yang mereka hadapi,” ujarnya di hadapan para peserta.

Darlis meyakini, pemuda adalah pendorong utama perubahan.

Oleh karena itu, kesadaran politik serta keberanian untuk bersuara harus terus dipupuk, agar mereka bisa hadir sebagai aktor penting dalam arah kebijakan daerah.

Ia juga menyoroti rendahnya partisipasi dalam pilkada terakhir di Samarinda yang hanya menyentuh angka 51 persen.

Menurutnya, angka itu menunjukkan bahwa semangat demokrasi belum benar-benar tumbuh dari kesadaran, melainkan masih bersifat formalitas.

“Tingginya partisipasi tak berarti apa-apa kalau tak dibarengi kesadaran. Kita perlu pemilih yang sadar, bukan hanya hadir di TPS lalu pulang tanpa tahu apa yang sedang dipertaruhkan,” tegasnya.

Melalui kegiatan seperti PDD, Darlis berharap dapat terbentuk ruang-ruang dialog yang sehat antara masyarakat dan wakil rakyat.

Baginya, pendekatan edukatif adalah kunci untuk membangun demokrasi yang inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada masa depan.

“Tugas DPRD bukan sekadar membuat regulasi, tapi juga membangun kesadaran kolektif soal pentingnya demokrasi. Ini bukan cuma soal politik, tapi tentang nasib dan kualitas hidup masyarakat ke depan,” pungkasnya.

PDD ke-5 ini menjadi salah satu upaya konkret untuk mendorong keterlibatan generasi muda sebagai mitra kritis dalam pembangunan daerah, demi menghadirkan demokrasi yang lebih hidup dan menyentuh akar rumput. (adv)

Tag

MORE