ARUSBAWAH.CO - Pemerintah pusat memberikan angin segar bagi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mengambil peran lebih besar dalam pengelolaan sektor energi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa participating interest (PI) dari pengelolaan Blok Jangkrik dan Merakes tidak boleh hanya tersentral di Jakarta, melainkan juga harus diberikan kepada pemerintah daerah Kaltim.
“Participating interest ini akan kita minta agar sebagian diserahkan kepada Pemda Kaltim,” ujar Bahlil dalam Musda XI Partai Golkar di Samarinda, Sabtu (19/7/2025).
Menurutnya, langkah tersebut akan memperkuat dana bagi hasil (DBH) sekaligus menempatkan Kaltim sebagai pemain utama dalam pembangunan ekonomi berbasis sumber daya alam.
“Daerah harus bisa menjadi tuan di rumahnya sendiri, bukan sekadar penonton,” tegasnya.
Selain itu, Bahlil juga mengumumkan kabar besar bahwa perusahaan migas asal Italia, Eni, siap menggelontorkan investasi senilai US$10 miliar atau sekitar Rp150 triliun untuk pengembangan Blok Merakes dan Jangkrik di lepas pantai Kaltim.
Tag



