ARUSBAWAH.CO - Taman nasional adalah kawasan lindung yang ditetapkan pemerintah berdasarkan kriteria tertentu sebagai konservasi alam dengan tujuan untuk penelitian, pendidikan, ilmu pengetahuan, pariwisata, hingga rekreasi.
Indonesia memiliki total 54 taman nasional, dan salah satu yang istimewa adalah Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM).
Terletak di Provinsi Kalimantan Utara, Taman Nasional Kayan Mentarang membentang di dua kabupaten, yakni Malinau dan Nunukan.
Meskipun jaraknya terpencil jauh di pedalaman, potensi yang dimiliki Taman Nasional Kayan Mentarang luar biasa.
Luas Taman Nasional Kayan Mentarang mencapai lebih dari 1,27 juta hektare, menjadikannya hutan terluas di Kalimantan dan satu-satunya taman nasional di Kalimantan Utara.
Wilayah Taman Nasional Kayan Mentarang berbatasan langsung dengan Sabah dan Sarawak (Malaysia) sehingga beberapa daerah, seperti dataran tinggi Krayan justru lebih mudah diakses dari Malaysia.
Bagian dari Heart of Borneo
Letaknya di perbatasan membuat Taman Nasional Kayan Mentarang menjadi bagian penting dari inisiatif Heart of Borneo (HoB), sebuah kerja sama antara Indonesia, Malaysia, dan Brunei untuk menjaga hutan tropis Borneo melalui prinsip konservasi dan pembangunan berkelanjutan.
Kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang menjadi rumah bagi kekayaan hayati yang mengagumkan, setidaknya terdapat 132 jenis anggrek, 150 spesies mamalia, 310 jenis burung, dan berbagai flora-fauna endemik, seperti banteng Kalimantan, bunga Rafflesia, serta tanaman bangat/brangat.
Di Kecamatan Bahau Hulu, Kabupaten Malinau, terdapat stasiun penelitian hutan tropis yang berdiri sejak 1991.
Tempat ini telah menjadi pusat riset bagi peneliti lokal maupun mancanegara.
Hubungan Erat dengan Masyarakat Adat
Taman Nasional Kayan Mentarang tidak hanya penting secara ekologi, tetapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat adat di sekitarnya.
Sedikitnya ada 11 wilayah adat besar yang berada di sekitar Taman Nasional Kayan Mentarang, dihuni oleh suku Dayak dari berbagai sub-suku, seperti Dayak Kenyah, Punan, Lundayeh, Okolod, dan Sa’ben.
Sekitar 50 desa mengelilingi kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang, masing-masing mempertahankan adat dan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.
Menariknya, Taman Nasional Kayan Mentarang adalah taman nasional pertama di Indonesia yang menerapkan sistem pengelolaan kolaboratif bersama masyarakat adat.
Kaya akan Sejarah
Kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang juga menyimpan nilai sejarah penting.
Dari perlawanan terhadap Belanda, masa Konfrontasi Indonesia–Malaysia, hingga peninggalan budaya masa lampau, semua beririsan dengan wilayah ini.
Beberapa bukti sejarah yang masih dapat dijumpai, antara lain kuburan batu, peninggalan amunisi, hingga makam para raja.
Akses Kunjungan Masih Sulit
Menjelajahi Taman Nasional Kayan Mentarang bukanlah perkara mudah, terutama bagi wisatawan dari luar Kalimantan Utara.
Akses utama adalah lewat jalur sungai menggunakan longboat atau ketinting yang memacu adrenalin.
Alternatif lain untuk mengunjungi Taman Nasional Kayan Mentarang adalah pesawat perintis dengan jadwal yang tidak menentu dan biaya yang relatif tinggi.
Meski penuh tantangan, perjalanan menuju Taman Nasional Kayan Mentarang adalah pengalaman yang sulit dilupakan.
Keindahan alam, kekayaan budaya, dan sejarah yang menyatu di Taman Nasional Kayan Mentarang ini menjadikannya surga tersembunyi yang layak dikunjungi setidaknya sekali seumur hidup. (apr)




