ARUSBAWAH.CO - Situasi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami eskalasi signifikan pada Senin (4/5/2026).
Gelombang massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Kalimantan Timur menggelar gerakan "Aksi 214 Jilid II" dengan tuntutan utama pengawalan hak angket serta pemberantasan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di wilayah Bumi Etam.
Kronologi Ketegangan di Lapangan
Berdasarkan laporan dari lokasi kejadian di Jalan Teuku Umar Karang Paci, pergerakan massa mulai menunjukkan peningkatan tensi sejak siang hari.
Berikut adalah rangkaian peristiwa yang tercatat di lapangan:
- Pukul 14.30 WITA: Massa aksi mulai melakukan orasi di depan gerbang utama dan berhasil membuka akses masuk ke area komplek parlemen.
- Pergerakan Massa: Setelah pintu gerbang terbuka, massa bergerak merangsek dari area depan menuju halaman utama gedung untuk melanjutkan penyampaian aspirasi secara terbuka.
- Pukul 16.30 WITA: Ketegangan kembali meningkat saat massa aksi berhasil mendobrak pintu bangunan utama DPRD Kaltim.
- Tindakan Pengamanan: Aparat kepolisian yang bersiaga di lokasi segera merespons dengan membentuk simpul pengamanan ketat guna menghadang laju massa agar tidak memasuki area ruang rapat utama dan ruang kerja anggota dewan.
Hingga petang hari, para orator aliansi secara bergantian menyampaikan tuntutan di halaman gedung dan menyatakan komitmen untuk tetap bertahan di lokasi qhingga pukul 19.00 WITA.
Tag



