ARUSBAWAH.CO – Kasus paparan konten negatif seperti pornografi dan judi online semakin meningkat dan menjadi ancaman serius bagi anak-anak di era digital saat ini.
Fenomena ini mendorong Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur untuk terus menggalakkan program literasi digital sejak usia dini guna melindungi anak-anak dari dampak buruk internet.
Anak sebagai Generasi Digital Native yang Rentan Terpapar Konten Berbahaya
Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa anak-anak masa kini adalah generasi digital native yang tidak bisa dipisahkan dari teknologi dan internet.
“Anak-anak tumbuh bersama teknologi dan sulit dipisahkan dari dunia digital. Namun, kemudahan akses internet justru menjadi pedang bermata dua yang berpotensi mengancam tumbuh kembang mereka,” ujar Faisal, Minggu (10/8/2025).




