“Dia salah nuliskan tadi di web Gratispol. Salah mahasiswanya memasukkan angka,” kata Dasmiah.
Menurut Dasmiah, sistem Gratispol bekerja berdasarkan data yang dimasukkan mahasiswa sendiri saat pendaftaran.
Karena itu, pemerintah tidak bisa serta merta mengubah nominal bantuan jika data awal yang masuk sudah berbeda.
“Dia ternyata UKT-nya Rp3.710.000 tadi saya lihat. Dia masukkan di sistem web Gratispol itu hanya Rp2.900.000. Kami kan tidak bisa merubah betul-betul sistem,” ujarnya.
Operator Gratispol Langsung Perbaiki Data Mahasiswa di Lokasi Sosialisasi
Pernyataan itu langsung diikuti langkah cepat di lapangan.
Sekitar lima mahasiswa yang sebelumnya menyampaikan keluhan terlihat langsung diarahkan biro Kesra untuk mendatangi operator Gratispol yang disiagakan dalam sosialisasi tersebut.
Operator Gratispol memperbaiki data UKT yang sebelumnya salah dimasukkan ke sistem.
Dasmiah mengatakan sosialisasi itu justru membuka banyak persoalan administrasi yang selama ini tidak dipahami mahasiswa.
Banyak penerima bantuan mengira UKT mereka tidak dibayar penuh oleh Pemprov Kaltim, padahal masalahnya ada pada proses input data.
“Dengan pertemuan sosialisasi ini kita bisa menyelesaikan semua masalah yang ternyata misskom. Kenapa selama ini mereka menganggap bahwa UKT mereka tidak di cover secara keseluruhan, ternyata mahasiswa yang salah memasukkan nilai UKT-nya,” katanya.
Biro Kesra Temukan Tiga Masalah Utama Program Gratispol Pendidikan
Selain kesalahan nominal UKT, Biro Kesra juga menemukan persoalan lain yang cukup banyak terjadi dalam pelaksanaan Gratispol Pendidikan.
Tag



