ARUSBAWAH.CO - Lonjakan kasus penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mencuri perhatian.
Kali ini, sorotan tajam datang dari Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan.
Legislator dari daerah pemilihan (dapil) Bontang, Kutai Timur, dan Berau ini menilai bahwa penanganan narkoba tak bisa lagi bergantung pada pola lama yang bersifat seremonial.
Ia mendorong adanya perubahan paradigma, yakni dari sekadar penindakan, menjadi gerakan bersama yang hidup di tengah masyarakat.
Menurut Agusriansyah, maraknya peredaran gelap narkoba di berbagai penjuru Benua Etam merupakan ancaman serius yang tak bisa disepelekan.
Ia menegaskan bahwa tindakan seperti razia dan penangkapan hanya akan menyentuh permukaan.
"Kalau kita cuma mengandalkan operasi penindakan, itu sama saja seperti menambal kebocoran tanpa menutup sumbernya. Akar masalahnya ada pada lemahnya kontrol sosial dan minimnya keterlibatan warga," ujarnya, Minggu (25/5/2025).
Untuk itu, ia mendorong agar lapisan pemerintahan terdepan, mulai dari RT, kelurahan, hingga kecamatan diberdayakan sebagai benteng awal pencegahan.
Deteksi dini berbasis pelaporan warga disebut bisa sangat efektif, asalkan dibarengi dengan respons cepat dari aparat penegak hukum.
Tak hanya itu, Agusriansyah juga menyoroti pentingnya penguatan regulasi daerah.
Ia mengingatkan bahwa berbagai perda terkait narkotika yang sudah disusun harus diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan.
"Kita punya regulasi, tapi apakah sudah dijalankan dengan serius? Ini yang perlu dijawab bersama oleh semua pihak," tegas politisi PKS itu.
Ia juga menyayangkan masih adanya respons lamban dari aparat terhadap laporan masyarakat, yang justru memperburuk keadaan.
Menurutnya, pendekatan represif saja tak cukup tanpa kesigapan aparat dan keberanian warga.
"Yang kita butuhkan bukan cuma sinergi simbolik, tapi kolaborasi nyata. Aparat harus cepat tanggap, masyarakat harus punya ruang untuk bicara, dan pemerintah harus hadir memberi dukungan," tambahnya.
Agusriansyah pun mengajak seluruh elemen, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga tokoh masyarakat untuk bergerak bersama menumbuhkan budaya hidup sehat dan menjauhi narkoba.
"Perang melawan narkoba bukan cuma urusan aparat atau pemerintah. Ini tanggung jawab kita semua kalau ingin menyelamatkan masa depan generasi muda dari kehancuran moral dan fisik," pungkasnya. (adv)




