ARUSBAWAH.CO - Kasus stunting masih menjadi momok bagi kesehatan anak di Indonesia. Termasuk juga di Provinsi Kaltim. Jumlahnya masih ada ribuan anak yang mengalami stunting.
Seperti diketahui, pemerintah provinsi Kaltim memang berhasil menekan angka stunting. Trend positif terjadi ditahun 2024 ini. Tercatat angka stunting menjadi 18,3% per Desember 2023 dan 14,5% per Juni 2024.
Namun jumlahnya masih ribuan. Rekap angka dari Dinas Kesehatan Kaltim pada Juni-September 2024, tercatat ada sekitar 34.440 balita yang stunting.
Selain itu, masih ada daerah di benua Etam seperti kota Bontang justru dengan prevalensi stunting tertinggi yakni 23,26 persen, naik ketimbang tahun sebelumnya yang 21 persen.
Anggota DPRD Kaltim Andi Satya Adi Saputra mengatakan daerah dengan prevalensi tinggi diatas rata-rata nasional bak sebuah tamparan untuk mereka supaya bisa berpacu menurunkan angka stunting.
"Ini bukan berati permalukan tapi paling tidak jadi motivasi untuk mengejar kalau bisa di bawah rata-rata nasional,"pungkasnya.
Tag