Arus Politik

Samarinda Terkini

Lari Pagi di Samarinda, Hasto Kristiyanto Dapat Laporan soal Kinerja Andi Harun

Selasa, 3 Februari 2026 18:23

LARI PAGI - Kolase Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat lari pagi di Samarinda/ Kolase oleh Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengisi agenda kunjungannya di Kota Samarinda dengan melakukan lari pagi (jogging) bersama komunitas anak muda setempat, Selasa (3/2/2026).

Aktivitas ini tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga dimanfaatkan Hasto untuk memantau langsung perkembangan infrastruktur dan tata kota ibu kota Kalimantan Timur.

Mengambil rute sejauh kurang lebih 5 kilometer, rombongan memulai lari dari Jalan Perniagaan.

Hasto tampak didampingi sejumlah tokoh muda, di antaranya Erwin Avietta dan Cintya Labetta.

Jalur jogging melintasi sejumlah kawasan strategis, mulai dari Teras Samarinda, depan Kantor Gubernur Kaltim, Taman Samarinda, kawasan RS Dirgahayu, hingga menyusuri Jalan Abdullah Hasan dan Jalan Kusuma Bangsa, sebelum finis di Citra Niaga.

Soroti Trotoar, Drainase, dan Kebersihan Kota

Sepanjang perjalanan, Hasto memberikan perhatian khusus terhadap kondisi fasilitas publik yang ditemui di sepanjang rute lari.

Ia menilai kualitas trotoar, sistem drainase, hingga kebersihan lingkungan sebagai indikator penting kemajuan sebuah kota.

"Pagi ini kami lari bukan sekadar untuk mencari keringat, tapi untuk melihat bagaimana peradaban sebuah kota itu tumbuh. Di Samarinda, kita bisa melihat kemajuan itu langsung dari hal yang sederhana seperti trotoar, drainage, dan kebersihannya. Jika trotoarnya sudah bagus dan nyaman bagi pejalan kaki, itu adalah ciri kemanusiaan dihargai," ujar Hasto.

Dapat Laporan Kinerja Andi Harun

Hasto juga secara terbuka memuji kinerja Wali Kota Samarinda Andi Harun.

Menurutnya, berbagai kemajuan yang terlihat di lapangan menjadi bukti efektivitas kepemimpinan daerah yang berpihak pada kepentingan publik.

"Saya mendapat banyak laporan dari kader-kader di sini mengenai kinerja baik Pak Walikota Andi Harun. Hari ini saya turun langsung, melihat sendiri banyak kemajuan kota setelah dipimpin walikota sekarang. Keberhasilan menata kota adalah bukti kepemimpinan yang bervisi kerakyatan," lanjutnya.

Tetap Lari Meski Kondisi Fisik Tak Prima

Meski berhasil menyelesaikan rute hingga garis finis, Hasto mengaku menjalani lari pagi tersebut dalam kondisi fisik yang tidak sepenuhnya prima.

Ia menyebut sempat mengalami insiden kecil beberapa waktu lalu yang membuat pahanya masih lebam.

“Jujur saja, paha saya masih agak lebam karena insiden kecil minggu lalu. Tapi semangat anak-anak muda Samarinda ini menular. Akhirnya kita bisa menyelesaikan lari 5 kilometer dan lanjut jalan kaki sekitar 1 kilometer sampai Citra Niaga,” ungkapnya.

Catatan pribadi Hasto di dunia lari juga terbilang impresif.

Pada Borobudur Marathon 2025, ia menuntaskan kategori 10K dengan waktu 1 jam 21 menit, memecahkan rekor pribadinya yang sebelumnya 1 jam 28 menit di Victoria Run 2024.

Lari Jadi Cara Membaca Kota

Kebiasaan berolahraga telah menjadi ciri khas Hasto dalam setiap kunjungan kerja ke daerah.

Sebelumnya, ia juga melakukan aktivitas serupa di Pulau Rote (NTT), Makassar (Sulawesi Selatan), dan Pekanbaru (Riau).

Bagi Hasto, berlari merupakan cara paling efektif untuk membaca realitas sosial sebuah kota.

“Dengan berlari, kita bisa merasakan denyut kehidupan masyarakat, melihat kebersihan, keramahan kota, hingga bagaimana fasilitas publik melayani rakyat. Kota maju itu tercermin dari taman yang hidup, perpustakaan yang diakses warga, dan transportasi publik yang berfungsi baik,” katanya.

 

Apresiasi Revitalisasi Citra Niaga

Setibanya di garis finis di kawasan Citra Niaga, rombongan disambut Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim Ananda Emira Moeis bersama jajaran pengurus daerah.

Mereka kemudian beristirahat sambil menikmati sarapan dan kopi di Warung Kopi Hai Nan, salah satu kedai kopi legendaris di Samarinda.

Dalam suasana santai tersebut, Hasto kembali menekankan pentingnya kesehatan fisik dalam kepemimpinan, sembari mengutip filosofi Presiden pertama RI, Soekarno.

“Mens sana in corpore sano. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Pemimpin dan anak muda harus punya fisik tangguh untuk membangun peradaban bangsa. Tanpa disiplin raga, sulit memiliki disiplin jiwa dalam melayani rakyat,” ujarnya.

Menutup kegiatan pagi itu, Hasto memberikan apresiasi terhadap revitalisasi Citra Niaga sebagai ruang ekonomi rakyat.

“Melihat Citra Niaga sekarang, saya optimistis Samarinda bisa menjadi contoh bagaimana ruang ekonomi rakyat dikelola dengan sentuhan estetika yang baik,” pungkasnya. (red)

 

Tag

MORE