"Saya mendapat banyak laporan dari kader-kader di sini mengenai kinerja baik Pak Walikota Andi Harun. Hari ini saya turun langsung, melihat sendiri banyak kemajuan kota setelah dipimpin walikota sekarang. Keberhasilan menata kota adalah bukti kepemimpinan yang bervisi kerakyatan," lanjutnya.
Tetap Lari Meski Kondisi Fisik Tak Prima
Meski berhasil menyelesaikan rute hingga garis finis, Hasto mengaku menjalani lari pagi tersebut dalam kondisi fisik yang tidak sepenuhnya prima.
Ia menyebut sempat mengalami insiden kecil beberapa waktu lalu yang membuat pahanya masih lebam.
“Jujur saja, paha saya masih agak lebam karena insiden kecil minggu lalu. Tapi semangat anak-anak muda Samarinda ini menular. Akhirnya kita bisa menyelesaikan lari 5 kilometer dan lanjut jalan kaki sekitar 1 kilometer sampai Citra Niaga,” ungkapnya.
Catatan pribadi Hasto di dunia lari juga terbilang impresif.
Pada Borobudur Marathon 2025, ia menuntaskan kategori 10K dengan waktu 1 jam 21 menit, memecahkan rekor pribadinya yang sebelumnya 1 jam 28 menit di Victoria Run 2024.
Lari Jadi Cara Membaca Kota
Kebiasaan berolahraga telah menjadi ciri khas Hasto dalam setiap kunjungan kerja ke daerah.
Sebelumnya, ia juga melakukan aktivitas serupa di Pulau Rote (NTT), Makassar (Sulawesi Selatan), dan Pekanbaru (Riau).
Bagi Hasto, berlari merupakan cara paling efektif untuk membaca realitas sosial sebuah kota.
“Dengan berlari, kita bisa merasakan denyut kehidupan masyarakat, melihat kebersihan, keramahan kota, hingga bagaimana fasilitas publik melayani rakyat. Kota maju itu tercermin dari taman yang hidup, perpustakaan yang diakses warga, dan transportasi publik yang berfungsi baik,” katanya.
Tag



