Advertorial

Diskominfo Bontang

Langkah Bijak Disdikbud Bontang Hadapi Isu Perilaku Gemulai Siswa

Pendekatan Persuasif Kepada Siswa

Sabtu, 8 November 2025 20:54

DISDIKBUD - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Abdu Safa Muha/ Foto: HO

ARUSBAWAH.CO - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang kini tengah menjalankan pendekatan persuasif kepada siswa yang menunjukkan perilaku gemulai atau gerakan yang cenderung feminin. 

Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap arahan langsung Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, beberapa waktu lalu, yang menekankan pentingnya perhatian terhadap perilaku anak di kalangan pelajar.

Wali Kota Neni menyampaikan bahwa perilaku remaja laki-laki yang cenderung gemulai kini semakin terlihat di ruang publik dan perlu penanganan serius. 

Menurutnya, tren ini, jika dibiarkan, dapat menimbulkan kebingungan terkait identitas diri para pelajar. 

“Sekarang seolah dianggap biasa saja. Padahal kalau terus dibiarkan, bisa menimbulkan kebingungan identitas,” jelas Neni.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menambahkan bahwa isu ini telah menjadi perhatian utama Wali Kota Bontang

Disdikbud pun kini fokus melakukan koordinasi lintas OPD agar setiap langkah yang diambil terencana dan tepat sasaran. 

Ia menegaskan bahwa penanganan isu ini harus mempertimbangkan aspek sosial, psikologis, dan pendidikan anak secara menyeluruh. 

“Ini perlu didiskusikan secara berkelanjutan untuk mencari solusi terbaik,” pungkasnya.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Disdikbud tengah menyiapkan langkah konkret berupa pembentukan tim deteksi dini di sekolah-sekolah. 

Tim ini bertugas memantau potensi perilaku tertentu pada siswa, sehingga pembinaan dapat diberikan secara tepat tanpa menimbulkan stigma atau diskriminasi.

Program ini tidak hanya menanggapi isu anak gemulai, tetapi juga memperkuat pembinaan karakter secara lebih terstruktur. 

Abdu Safa Muha menegaskan, pihak sekolah diharapkan tidak hanya fokus pada akademik, melainkan juga pengembangan kepribadian siswa agar sehat dan seimbang. 

“Kita ingin pihak sekolah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi menyasar juga non akademik seperti kepribadian sehat dan seimbang bagi siswa didik,” ucapnya.

Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa dapat menerima bimbingan yang sesuai sejak dini, sekaligus menumbuhkan karakter yang kuat dan harmonis. 

Strategi ini diharapkan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan mendukung perkembangan identitas anak secara positif, sehingga siswa mampu berkembang secara optimal, baik dari sisi akademik maupun non-akademik. (adv)

Tag

MORE