Menurut standar ekologi, beruang betina memerlukan area hingga 10 km² untuk bereproduksi secara alami, sedangkan kawasan KWPLH saat ini hanya seluas 1,3 hektar.
Peneliti merekomendasikan perluasan enklosur sebagai solusi jangka panjang demi memastikan keberhasilan konservasi secara penuh di KWPLH.
Sebuah Model Konservasi yang Patut Ditiru
Dengan pencapaian dan pendekatan berbasis edukasi, KWPLH Balikpapan menjadi contoh nyata integrasi antara konservasi satwa liar dan kesadaran publik terhadap pelestarian lingkungan.
Model KWPLH Balikpapan ini dinilai layak diterapkan di kawasan lain di Indonesia yang memiliki kekayaan biodiversitas tinggi namun belum dikelola secara berkelanjutan.
Pemerintah daerah bersama pihak akademisi dan masyarakat diharapkan terus bersinergi untuk mempertahankan dan mengembangkan KWPLH Balikpapan sebagai pusat edukasi lingkungan hidup yang unggul, tidak hanya untuk Kalimantan Timur, tetapi juga untuk Indonesia secara keseluruhan. (apr)




