Arus Publik

Kursi Sering Penuh, WiFi Terbatas? Ini Komentar Mahasiswa soal Fasilitas Perpustakaan Samarinda

by:
Lisa
Rabu, 14 Januari 2026 15:37

SUASANA - Suasana di perpustakaan Samarinda dipotret beberapa hari lalu/ Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Tingginya kunjungan pemustaka ke Perpustakaan Kota Samarinda dalam beberapa waktu terakhir memunculkan sorotan terhadap kesiapan fasilitas yang tersedia.

Meningkatnya minat masyarakat, khususnya mahasiswa, membuat kebutuhan akan sarana dasar seperti meja dan kursi belajar semakin terasa, terutama pada jam-jam padat.

Keluhan tersebut disampaikan Yuli Nur Rahmawati, mahasiswa tingkat akhir Universitas Mulawarman, saat ditemui tim redaksi Arusbawah.co di Perpustakaan Kota Samarinda, Selasa (13/1/2025).

Saat itu, Yuli tengah mencari referensi untuk penyusunan skripsinya.

Menurut Yuli, pada waktu tertentu hampir seluruh ruang baca dipenuhi pengunjung.

Akibatnya, mahasiswa yang datang belakangan kerap kesulitan mendapatkan tempat belajar yang layak.

“Kalau sedang ramai, sering kali semua kursi dan meja sudah terpakai. Kadang akhirnya mengerjakan tugas di lantai,” ungkapnya.

Ia menilai keterbatasan fasilitas tersebut cukup berpengaruh terhadap kenyamanan, terutama bagi mahasiswa yang harus bekerja dalam waktu lama dengan tenggat tugas yang ketat.

Ruang belajar yang memadai dinilai penting untuk menjaga fokus dan efektivitas selama mengerjakan tugas akademik.

Yuli juga menyoroti terbatasnya pilihan ruang belajar alternatif di luar perpustakaan.

Menurutnya, menggunakan tempat komersial seperti kafe bukan solusi ideal bagi mahasiswa yang harus mengatur pengeluaran dengan ketat.

“Kalau ke kafe tentu ada biaya. Sementara sebagai mahasiswa, apalagi tingkat akhir, pengeluaran harus benar-benar diatur,” ujarnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa Perpustakaan Kota Samarinda kini menjadi ruang belajar utama bagi sebagian masyarakat.

Namun, peningkatan jumlah pengunjung tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan fasilitas untuk menampung kebutuhan pemustaka secara bersamaan.

Ia berharap ke depan ada penambahan meja dan kursi belajar agar kapasitas ruang bisa lebih menyesuaikan dengan tingginya minat kunjungan.

Menurutnya, pembenahan fasilitas dasar dapat meningkatkan kenyamanan tanpa mengurangi akses masyarakat terhadap layanan perpustakaan.

Di sisi lain, Yuli mengapresiasi koleksi buku yang tersedia di Perpustakaan Kota Samarinda.

Menurutnya, referensi akademik yang tersedia cukup lengkap, baik untuk penelitian kuantitatif maupun kualitatif, sehingga membantu mahasiswa menyelesaikan tugas tanpa sepenuhnya bergantung pada sumber daring.

“Referensinya lengkap, jadi kita tidak hanya mencari dari internet,” katanya.

Ia juga menyambut positif kembalinya jam layanan perpustakaan hingga malam hari.

Jam operasional yang lebih panjang dinilai sangat membantu mahasiswa yang memiliki keterbatasan waktu di siang hari.

Meski demikian, Yuli berharap jam operasional bisa diperpanjang lagi, setidaknya hingga pukul 21.30 WITA, seperti yang diterapkan di Perpustakaan Universitas Mulawarman.

“Kalau harapannya bisa sampai jam 09.30 malam seperti di Perpus Unmul,” ujarnya.

Terkait fasilitas internet, Yuli sempat menyinggung akses WiFi yang dinilai belum sepenuhnya optimal.

Padahal, Pemerintah Kota Samarinda telah menyediakan layanan WiFi gratis di area perpustakaan.

Namun, tidak semua pemustaka mengetahui mekanisme penggunaannya.

Untuk mengakses WiFi gratis tersebut, pengunjung diwajibkan mendatangi loket layanan dengan menunjukkan kartu anggota perpustakaan. Petugas kemudian akan memberikan kupon WiFi berisi kode akses internet.

Kupon tersebut memiliki batas waktu penggunaan sekitar dua hingga tiga jam.

Jika masa berlaku habis, pemustaka dapat kembali mengajukan permohonan kupon baru dengan prosedur yang sama.

Kondisi ini menunjukkan bahwa selain penambahan fasilitas fisik, sosialisasi layanan juga menjadi faktor penting agar seluruh pemustaka dapat memanfaatkan fasilitas Perpustakaan Kota Samarinda secara maksimal sesuai dengan yang telah disediakan pemerintah. (isa)

 

Tag

MORE