ARUSBAWAH.CO - Kunjungan luar negeri pejabat publik kerap kali menarik perhatian masyarakat, termasuk di tingkat provinsi.
Dari penelusuran redaksi, untuk Kalimantan Timur (Kaltim), tiga gubernur terakhir—Almarhum Awang Faroek, Isran Noor, dan kini Rudy Mas’ud—sama-sama pernah melakukan perjalanan resmi ke luar negeri dengan tujuan beragam, mulai dari investasi hingga diplomasi.
Redaksi Arusbawah.co rangkum beberapa kunjungan luar negeri yang pernah dilakukan para gubernur di Kaltim.
Awang Faroek dan Investasi Rusia
Saat menjabat sebagai Gubernur Kaltim, almarhum Awang Faroek Ishak dikenal aktif mendorong investasi Rusia untuk bisa masuk ke Bumi Etam.
Ia beberapa kali melakukan kunjungan resmi ke Moskow.
- November 2013, Awang Faroek Ishak bersama Sekda Kaltim Irianto Lambrie bertandang ke Rusia.
- September 2015, ia kembali ke Rusia selama 12 hari dengan rombongan 12 orang, membahas kerja sama pembangunan kereta api dengan BUMN Rusia, Russian Railways.
Kala itu, nilai investasi yang ditawarkan disebut mencapai Rp500 triliun.
Namun, rencana besar itu tak pernah terealisasi hingga masa jabatannya berakhir.
Padahal, groundbreaking pembangunan kereta api sempat dilakukan pada Desember 2016.
Saat kepergian Awang Faroek Ishak ke Rusia ini, masyarakt sipil dari Pokja 30 yang dikomandoi mendiang Carolus Tuah menyoroti biaya perjalanan tersebut yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp1,1 miliar.
Angka itu didasarkan pada perhitungan aturan di Keputusan Gubernur Nomor 090/K.8/2015 tentang Uang Harian maupun Uang Saku Perjalanan Dinas Ke luar Negeri dan berdasarkan harga rata-rata tiket ke luar negeri, dan biaya sewa hotel bintang 5 selama 12 hari.
Isran Noor dan Diplomasi Karbon
Gubernur selanjutnya, Isran Noor, juga tercatat beberapa kali ke luar negeri:
Tag



