Arus Publik

Klarifikasi 'Air Bangai' Dipertanyakan, GMNI UNTAG Samarinda Desak Perumda Tirta Kencana Buka Data

Kamis, 12 Februari 2026 19:58

Ketua Bidang Politik GMNI UNTAG Samarinda, Angga/ Foto: HO to Arusbawah.co

PDAM sebelumnya menyebut produksi tidak menurun dan penggunaan bahan kimia tetap stabil.

Namun, GMNI menilai pernyataan itu tidak selaras dengan fakta di lapangan.

“Kalau produksi stabil, mengapa distribusi bermasalah? Mengapa warga mengeluh air keruh dan tak layak pakai?” tanya Angga.

Ia juga mempertanyakan klaim panas berkepanjangan sebagai faktor dominan.

Menurutnya, kondisi cuaca di Samarinda belakangan tidak menunjukkan anomali ekstrem yang bisa dijadikan alasan tunggal.

“Mana data curah hujan, suhu rata-rata, dan debit Sungai Mahakam yang mendukung pernyataan itu? Jangan hanya narasi tanpa data,” tambahnya.

Desakan Audit Teknis dan Transparansi Data Kualitas Air

GMNI UNTAG Samarinda menilai persoalan ini bukan semata-mata fenomena alam, melainkan menyangkut manajemen dan kesiapan teknis pelayanan publik.

Sebagai BUMD, PDAM dinilai wajib memastikan air yang sampai ke rumah warga tetap memenuhi standar kualitas, terlepas dari dinamika air baku.

“Fenomena alam bisa terjadi, tapi kegagalan mengantisipasi itu persoalan manajerial. Jangan sampai ‘air bangai’ jadi tameng menutupi kelemahan sistem,” tegas Angga.

GMNI mendesak PDAM membuka hasil uji laboratorium kualitas air baku dan distribusi secara transparan.

Mereka juga mendorong pemerintah daerah melakukan audit teknis independen terhadap instalasi pengolahan dan jaringan distribusi.

Sebab pada akhirnya, bagi warga, persoalannya sederhana.

Tag

MORE