Arus Terkini

Ketua Tim Produksi Kopi Gercep Samarinda Ungkap Ide Awal, Terinspirasi dari Kota Ini.... 

Kamis, 31 Oktober 2024 14:44

Salah satu becak kopi gercep yang berjualan di Jalan Lambung Mangkurat Samarinda (sumber/Arusbawah.co)

ARUSBAWAH.CO - Ketua Tim Produksi Kopi Gercep Samarinda, Jay ceritakan konsep jualan Kopi Gercep menggunakan metode keliling agar para pecinta kopi dapat menikmati secara langsung tanpa harus ke kafe.

Selain sebagai Barista, dirinya juga dipercaya sebagai penanggung jawab untuk keseluruhan produksi serta kontroling penjualan Kopi Gercep di Samarinda.

“Kami memulai produksi ini masih terhitung baru pada tahun 2024, dan kami berjualan menggunakan 3 becak dan 1 unit mobil untuk memasarkan produk kami,” ujarnya.

Diceritakannya awal mula memiliki ide dari mana dan mengapa menggunakan konsep kopi keliling, baginya ini adalah sebuah peluang bagus untuk mereka terapkan dan aplikasikan pada usaha mereka.

Ide itu, awalnya muncul ketika mereka sedang berlibur di Jakarta.

“Awal mulanya kami sedang berlibur ke Jakarta, saat itu kami melihat penjual kopi yang praktis dibawa menggunakan becak dan kami terinspirasi untuk membuka sama seperti itu karena di Samarinda belum ada yang seperti ini,” ungkapnya.

Bersama dengan rekan timnya Jay kemudian mulai membuka usahanya itu.

Mereka memasarkan Kopi Gercep ini di 4 titik lokasi jualan dengan waktu tanpa libur, alias setiap hari.

“Yaitu di Jalan Lambung Mangkurat depan Raja Parfum, kedua di Jalan AW Syahrani sekitar Kantor BPJS Samarinda, Jalan Wahid Hasyim 1 depan GOR Sempaja dan Jalan PM Noor depan toko Bening’s Skin Care,” terangnya.

“Untuk jam operasionalnya kami buka sejak pukul 10:00 – 21:30 WITA, setiap hari buka,” tambahnya.

Jay memaparkan usaha yang mereka jalankan ini menerapkan konsep jemput bola yang dimana mereka hadir di titik yang sudah disampaikannya agar para penikmat kopi dapat membelinya tanpa harus jauh ke kafe dengan harga yang terjangkau.

“Kami hadir di sekitar jalan besar dan tidak seperti coffe shop yang mempunyai tempat nongkrong, di sini kami lebih mempermudah untuk membeli produk kami dengan harga yang terjangkau, mulai dari harga Rp 8 ribu sampai Rp 10 ribu," ujarnya.

Ditanya berapa jumlah pendapatan serta produksinya, Jay sampaikan bahwa dirinya lupa dalam perhitungannya dikarenakan setiap bulan jumlah produksi serta penghasilan selalu berubah.

“Dari awal kami membuka usaha ini alhamdulillah ramai hingga saat ini masih stabil, namun untuk hitungannya saya lupa perbulannya berapa karena tidak menentu,” ucapnya

Adapun untuk permintaan pesanan Kopi Gercep ini terbanyak untuk saat ini Jay sampaikan masih didominasi oleh permintaan umum dibandingkan dari penyelenggara acara-acara besar atau gathering.

“Tidak pernah menghitung karena itu bukan bagian saya, untuk berapa banyaknya saya lupa kalau tidak salah kami pernah layani hingga 500 cups sehari. Itu yang terbanyak,” pungkasnya. (dil)

Tag

MORE