ARUSBAWAH.CO - Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, kembali menyoroti mangkraknya pemanfaatan Hotel Atlet yang hingga kini belum dikelola secara optimal.
Ia menegaskan bahwa aset daerah tersebut sebenarnya memiliki potensi besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika dikelola dengan pendekatan profesional dan modern.
Menurut Hasanuddin, kondisi Hotel Atlet saat ini justru memprihatinkan.
Fasilitas yang dibangun dengan anggaran besar itu nyaris tidak beraktivitas, bahkan penggunaan terakhirnya hanya tercatat saat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) beberapa waktu lalu.
“Pemprov memiliki aset yang sangat potensial, tetapi pemanfaatannya belum maksimal. Ini peluang besar untuk mendongkrak PAD,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Ia menekankan bahwa daerah tidak bisa selamanya bergantung pada dana transfer pusat.
Sebagai langkah awal, Pemprov Kaltim telah menunjuk Perusda Mahakam Bangun Sarana (MBS) untuk mengambil alih pengelolaan Hotel Atlet.
Namun, Hasanuddin, yang akrab disapa Hamas, menilai langkah tersebut harus diikuti dengan strategi bisnis yang matang agar aset tidak kembali terbengkalai.
Ia menilai skema business to business (B to B) lebih ideal dibandingkan kerja sama langsung antara pemerintah dan pihak swasta.
Pola ini dinilai mampu menghadirkan profesionalitas dan fleksibilitas yang dibutuhkan hotel untuk berkembang.
“Kalau MBS menggandeng operator hotel yang benar-benar profesional, hasilnya pasti lebih maksimal. Banyak hotel milik pemerintah di Jakarta yang sukses setelah dikelola pihak ketiga,” jelasnya.
Hamas berharap model pengelolaan baru tersebut mampu menghadirkan manajemen yang lebih efisien, kompetitif, dan berorientasi bisnis.
Dengan pengelolaan yang tepat, Hotel Atlet tidak hanya berdiri sebagai bangunan pasif, tetapi dapat menjadi sumber pemasukan yang signifikan bagi daerah.
“Selama pengelolaan masih murni pemerintah, hasilnya kurang optimal. Aset ini harus bergerak, bukan sekadar menjadi beban,” tambahnya.
Optimalisasi Hotel Atlet sendiri merupakan bagian dari strategi besar Pemprov Kaltim dalam memanfaatkan aset daerah yang selama ini tidak produktif.
Melalui kolaborasi antara Perusda dan sektor swasta, pemerintah berharap tercipta model pengelolaan yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan.
Dengan langkah tersebut, kata Hamas, pemerintah tidak hanya menambah pendapatan, tetapi juga menghidupkan kembali aset strategis yang bisa mendukung kegiatan olahraga, pariwisata, hingga pelayanan publik lainnya.
(adv)




