ARUSBAWAH.CO - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga menargetkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda sebesar Rp2 miliar pada tahun 2026 dari pengelolaan kawasan Teras Samarinda.
Apalagi, area parkir Teras Samarinda belakangan semakin ramai setelah hadirnya kafe yang menjadi spot nongkrong anak-anak muda.
Direktur Utama Perumda Varia Niaga, Syamsuddin Hamade, mengatakan kontribusi tersebut berasal dari sejumlah sektor usaha yang dikelola di kawasan Teras Samarinda, termasuk parkir, tenant UMKM, hingga wahana rekreasi seperti jetski.
Menurutnya, kontribusi langsung kepada pemerintah daerah berasal dari dua skema utama, yakni pajak parkir dan pembagian dividen perusahaan.
“Kalau dari parkir Teras Samarinda, yang jelas kontribusi langsung ke PAD itu adalah pajak parkir. Kemudian yang kedua tentunya dari keuntungan Perum yang nanti diberikan kepada Pemda dalam bentuk dividen,” ujar Syamsuddin kepada Arusbawah.co, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan, mekanisme pembagian keuntungan tersebut mengacu pada Perda Perubahan atas Perda Nomor 13 Tahun 2021 tentang Perumda Varia Niaga Samarinda yang mengatur pembagian laba Perumda kepada pemerintah daerah.
“Keuntungan Perum secara keseluruhan diberikan kepada PAD dalam bentuk dividen sebesar 30 persen,” katanya.
Dividen Diambil dari Keuntungan Bersih
Syamsuddin menegaskan, pembagian dividen tidak dilakukan dari total pendapatan kotor perusahaan, melainkan dari laba bersih setelah seluruh biaya operasional dipotong.
“Dividen itu diambil dari keuntungan bersih setelah dipotong operasional. Nah, dari keuntungan bersih itu kemudian diberikan kepada Pemkot sebesar 30 persen sesuai perda,” jelasnya.
Selain dividen, Pemkot Samarinda juga mendapatkan pemasukan langsung melalui pajak sebesar 10 persen dari omzet atau revenue usaha yang berjalan di kawasan Teras Samarinda.
“Manfaat langsung yang diterima Pemkot adalah pajak 10 persen dari revenue atau omzet,” tambahnya.
Kontribusi Tahun Lalu Capai Rp500 Juta
Saat ditanya soal kontribusi tahun sebelumnya, Syamsuddin menyebut total sumbangan dari pengelolaan Teras Samarinda pada 2025 berada di angka Rp500 juta.
"Tahun lalu kita sumbang ke PAD Samarinda sekitar Rp500 juta," ungkapnya.
Sebelumnya, Varia Niaga sempat mendapat sorotan dari DPRD Samarinda karena kontribusi PAD yang dinilai masih kecil.
Menurut Syamsuddin, hasilnya memang belum begitu besar karena pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap.
“Bisnis seperti ini tidak bisa langsung dilihat hasilnya hari ini. Sekarang ramai itu karena perjalanan bisnis yang dibangun,” katanya.
Jetski Jadi Daya Tarik Baru
Untuk menarik lebih banyak pengunjung, Varia Niaga tahun ini menghadirkan wahana jetski di Teras Samarinda.
Syamsuddin mengatakan fasilitas itu menjadi salah satu cara untuk membuat kawasan tepian lebih hidup.
“Dulu Teras Samarinda sepi. Orang tidak mau datang karena tidak ada yang menarik,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran jetski dan tenant UMKM membuat kawasan kini semakin ramai dikunjungi masyarakat.
“Hari ini yang terjadi adalah happy problem. Ada parkir meluber, itu lebih baik dibanding dulu kosong,” katanya.
Utamakan UMKM Lokal
Syamsuddin menegaskan pihaknya masih memprioritaskan UMKM dan brand lokal untuk berkembang di Teras Samarinda.
Ia menyebut saat ini mulai banyak brand luar yang ingin masuk, namun Varia Niaga masih ingin memberi ruang lebih besar bagi pelaku usaha lokal.
“Kami masih ingin memprioritaskan brand lokal supaya naik kelas,” ujarnya.
Ia juga mengatakan sistem kerja sama yang digunakan saat ini adalah bagi hasil omzet sebesar 10 persen.
“Skema kerja sama kami memang revenue sharing 10 persen, bukan profit sharing. Untuk bisnis F&B, angka itu sebenarnya cukup besar. Tapi tetap kami review supaya UMKM bisa tumbuh,” ujar Syamsuddin.
Menurutnya, skema tersebut tetap dievaluasi agar UMKM bisa terus berkembang tanpa terbebani target terlalu besar.
Target Jadi Destinasi Nasional
Ke depan, Varia Niaga menargetkan Teras Samarinda menjadi destinasi wisata unggulan.
Saat ini, bazar UMKM rutin digelar dua kali setiap bulan di kawasan tersebut.
Selain itu, Varia Niaga juga sedang menyiapkan event internasional pada Juli mendatang untuk memperkenalkan Samarinda lebih luas.
“Kami sedang menyiapkan event internasional untuk memperkenalkan Samarinda ke luar daerah hingga luar negeri,” ujarnya.
Ia menegaskan fokus utama pengelolaan Teras Samarinda tetap pada tiga hal, yakni kawasan yang aman, UMKM yang tumbuh, dan kontribusi PAD yang meningkat.
“Hari ini tiga hal sudah terjadi di Teras Samarinda: lebih aman, UMKM lebih sejahtera, dan ada PAD untuk pemerintah daerah,” tutupnya.
DPRD Ingatkan Varia Niaga Fokus ke Bisnis Utama
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengakui kontribusi PAD Perumda Varia Niaga sebesar Rp500 juta pada 2025 masih tergolong kecil dibanding modal yang pernah disuntikkan pemerintah kota.
Namun menurutnya, perkembangan bisnis di kawasan Teras Samarinda juga perlu dilihat dari proses dan dampak ekonomi yang mulai tumbuh.
“Kalau data yang kita terima, tahun 2025 katanya menyumbang PAD Rp500 juta. Tapi harus diingat dulu, Varia Niaga itu di tahun 2024 baru disuntik dana Rp10 miliar,” ujar Iswandi.
Meski begitu, ia menegaskan Varia Niaga tetap harus menunjukkan kinerja usaha yang jelas dan tidak hanya bergantung pada pendapatan deposito.
“Nah pertanyaannya, setoran PAD itu murni dari hasil bisnis Varia Niaga atau cuma dari bunga uang Rp10 miliar yang disimpan di deposito?” ujarnya.
Iswandi juga meminta Varia Niaga lebih fokus mengembangkan usaha yang memang menjadi bidang utamanya dan tidak terlalu banyak membuka usaha baru di luar kapasitas perusahaan.
“Saya lagi mendorong Varia Niaga untuk konsen terhadap beberapa bidang usaha yang memang merupakan core business-nya. Jangan macam-macam mau dikerjain,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai keberadaan tenant UMKM dan aktivitas baru di kawasan Teras Samarinda mulai memberi dampak positif terhadap keramaian kawasan tepian.
“Sekarang begitu ada tenant permanen, malam-malam ramai terus. Itu kan multiplier effect,” katanya. (raf)




