dr. Astried juga menjelaskan risiko dan prosedur usai transplantasi ginjal dilakukan.
Pasien tetap harus kontrol ketat, karena reaksi penolakan oleh tubuh atau rejeksi bisa terjadi jika obat tidak diminum oleh pendonor dan penerima.
Ginjal yang baru akan disambungkan ke pembuluh darah penerima dan saluran kencing, sementara ginjal lama tetap ada.
Dengan transplantasi, kualitas hidup pasien disebut bisa meningkat drastis, termasuk bebas makan, perjalanan jauh, dan perbaikan kondisi fisik.
Sistem Transplantasi Terintegrasi untuk Mencegah Perdagangan Organ
Untuk menjaga transparansi dan mencegah perdagangan organ ilegal, RSUD AWS kini bekerja sama dengan Komite Transplantasi Nasional (KTN).
Sistem ini memungkinkan pendonor terdaftar secara sukarela melalui kartu transplantasi, sehingga data donor dan penerima dapat dipantau secara simultan dan online.
“Di Indonesia, donor masih berasal dari pendonor hidup, biasanya saudara dekat. Non-related atau tanpa hubungan darah, tergantung kebijakan rumah sakit masing-masing. Semua tetap harus melalui skrining ketat,” ujar dr. Astried.
Prestasi dan Dukungan Pemerintah
Sementara itu, Direktur Utama RSUD AWS dr. Indah menambahkan, transplantasi ginjal ini merupakan layanan kedua di wilayah Indonesia Timur setelah RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar.
Tag



