Advertorial

Diskominfo Kalimantan Timur

Kaltim Catat Prestasi Nasional lewat Penghargaan Intervensi Spesifik Stunting Regional II

Penghargaan untuk Kaltim

Jumat, 14 November 2025 15:2

PENGHARGAAN – Gubernur Kalimantan Timur menerima penghargaan Pencapaian Intervensi Spesifik Stunting Terbaik Kategori Regional II dari Kementerian Kesehatan RI/ Foto: Pemprov Kaltim

ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali memperoleh pengakuan di tingkat nasional berkat konsistensinya dalam menurunkan angka stunting. 

Kali ini, Kaltim dinyatakan sebagai Provinsi dengan Capaian Intervensi Spesifik Stunting Terbaik Regional II oleh Kementerian Kesehatan RI, sebuah penegasan atas hasil kerja terukur yang selama ini dilakukan jajaran pemerintah daerah bersama tenaga kesehatan di lapangan.

Penghargaan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan atas langkah nyata Pemprov Kaltim dalam memperkuat layanan kesehatan dasar, meningkatkan kapasitas kader Posyandu, serta memperluas jangkauan intervensi bagi kelompok berisiko.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, dr. Jaya Mualimin, mengungkapkan rasa bangga atas pengakuan tersebut.

“Selamat kepada Bapak Gubernur atas penghargaan penanganan intervensi stunting terbaik Regional II. Semoga angka stunting di Kaltim bisa terus menurun secara signifikan,” jelas Jaya, Rabu (12/11/2025).

Penghargaan itu diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, kepada Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, sebagai bentuk apresiasi atas capaian yang dinilai konsisten dan berbasis data. 

Jaya menegaskan bahwa prestasi ini bukan hasil kerja satu pihak saja, melainkan buah kolaborasi lintas sektor yang melibatkan fasilitas kesehatan, kader Posyandu, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam penguatan layanan gizi ibu dan anak.

Ia menjelaskan bahwa intervensi spesifik yang dijalankan Dinas Kesehatan Kaltim mencakup 11 kegiatan utama yang dirancang untuk menekan angka stunting secara berkelanjutan.

Program tersebut meliputi skrining anemia, distribusi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri dan ibu hamil, layanan pemeriksaan kehamilan (ANC), pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dengan kondisi kurang energi kronik (KEK), pemantauan tumbuh kembang balita, dukungan ASI eksklusif, pemberian MPASI kaya protein hewani, peningkatan cakupan serta perluasan imunisasi, hingga edukasi kesehatan bagi remaja, ibu hamil, dan keluarga.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada kader Posyandu dan daerah yang menampilkan inovasi terbaik dalam penguatan pelayanan masyarakat. 

Hal ini menegaskan bahwa upaya kolektif menjadi kunci dalam membangun generasi Kaltim yang lebih sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting. (adv)

Tag

MORE