Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan 269.221 ton produksi hingga November 2025, naik dari 249.642 ton di 2024.
Artinya, pertumbuhan mencapai 7,8%, dan angka ini belum termasuk proyeksi produksi Desember 2025.
Soal produksi padi, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji sampaikan bahwa Kaltim punya target besar untuk swasembada 350 ribu ton.
Dengan melihat kondisi angka capaian sekarang, ia optimis itu bisa dicapai.
Yang dikejar saat ini adalah pengoptimalan lahan.
“Optimalisasi lahan terus diupayakan. Semoga tiga bulan ke depan bisa meluas sampai 40 ribu hektare,” katanya awal Oktober 2025 lalu.
Kalbar, Kalteng, dan Kaltara Stabil Meski Berbeda Tren
- Kalimantan Barat (Kalbar): 745.949 ton (sedikit turun dari 764.784 ton pada 2024).
- Kalimantan Tengah (Kalteng): 331.024 ton (turun dari 366.146 ton).
- Kalimantan Utara (Kaltara): 35.662 ton (naik dari 30.079 ton).
Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat produksi padi sebesar 745.949 ton hingga November 2025.
Meskipun sedikit menurun dibanding tahun 2024 (764.784 ton), Kalbar tetap menjadi kontributor besar produksi pangan nasional di wilayah barat Kalimantan.
Sementara itu, Kalimantan Tengah (Kalteng) memproduksi 331.024 ton, turun dari 366.146 ton pada 2024.
Penurunan ini sebagian disebabkan oleh perubahan pola tanam akibat cuaca ekstrem dan keterlambatan musim tanam di beberapa wilayah.
Di sisi lain, Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan peningkatan kecil dari 30.079 ton pada 2024 menjadi 35.662 ton di 2025.
Meskipun skalanya masih kecil, tren positif ini menjadi sinyal pertumbuhan sektor pangan di provinsi termuda di Kalimantan tersebut.
.webp)
.webp)
Tag




