Kemudian pada pukul 16.00–16.30 WITA, giliran SD Islam Al-Fatih A, Tari Nirmala The 24, dan kelompok musik akustik yang membawakan lagu-lagu lawas tampil menghibur pengunjung.
Dialog Budaya dan Pengenalan Permainan Tradisional
Memasuki sore hari, pukul 16.30–17.30 WITA, pengunjung dapat mengikuti pameran komunitas yang mengenalkan berbagai permainan tradisional serta kekayaan budaya lokal.
Pada waktu yang sama juga digelar dialog bertajuk “Pemuda sebagai Agen Pemajuan Kebudayaan” yang menghadirkan influencer budaya Alif Fakod dan Sayid Ferhat dengan moderator Putri Yunata.
Diskusi ini akan membahas peran generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya di tengah arus modernisasi.
Tiba-Tiba Dangdut hingga Talk Show Samarinda Tempo Doeloe
Menjelang malam, panggung utama akan menampilkan pertunjukan musik tempo dulu yang dibawakan grup Tiba-Tiba Dangdut.
Setelah jeda istirahat, salat, dan makan (Ishoma), acara pembukaan resmi dimulai pukul 19.00 WITA dengan berbagai persembahan tari tradisional, di antaranya Tari Pabat Pibui, Tari Tangui, Tari Jepen Sidabil Bhawi Bahalap, dan Tari Tegak Lewang Gantung.
Rangkaian seremoni pembukaan juga diisi sambutan dari Ketua Panitia Dinda Tyas Ningsih, Ketua Tirto Negoro Foundation Dr. Rahmad Azazi, M.Pd., serta Wali Kota Samarinda Dr. H. Andi Harun.
Sebagai simbol dimulainya festival, akan dilakukan pemukulan pentungan bersama para tamu kehormatan yang dilanjutkan dengan menikmati kudapan khas Kalimantan diiringi alunan musik keroncong.
Wali Kota Samarinda dan Hetifah Sjaifudian Jadi Pembicara
Tag



