ARUSBAWAH.CO - Menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar oleh Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim pada Selasa (21/4/2026), kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur terpantau dalam kondisi sterilisasi ketat.
Diddatangi pada Senin (20/04/2026), prosedur pengamanan mulai diberlakukan secara masif, mencakup penguatan infrastruktur fisik hingga pembatasan aktivitas dokumentasi visual di area gedung pemerintahan tersebut.
Berdasarkan pantauan langsung di pintu belakang Kantor Gubernur, upaya pengambilan dokumentasi visual oleh awak media segera dihentikan oleh petugas keamanan (security).
Saat mencoba mendokumentasikan suasana kesiapan gedung, petugas yang berjaga di pos langsung menghampiri dan melayangkan teguran, sembari menegaskan adanya larangan pengambilan gambar di seluruh area tersebut.
Kebijakan Sterilisasi dan Pembatasan Liputan Visual
Dalam interaksi di lokasi, petugas keamanan menegaskan bahwa larangan dokumentasi merupakan instruksi langsung pimpinan untuk sterilisasi kawasan.
"Ini tidak bisa, Bang. Kantor Gubernur masih steril," ujar petugas yang berjaga di pos
Meski wartawan diizinkan masuk untuk memantau kondisi, petugas melarang keras pengambilan gambar atau video.
"Boleh melihat-lihat Mas, tapi kalau merekam tidak dibolehkan. Arahannya jangan difoto," tambahnya.
Pengetatan pengamanan semakin terasa saat dua petugas tambahan tiba di lokasi pos penjaga.
Salah satunya menegaskan bahwa setiap pergerakan awak media harus dalam pengawasan.
"Boleh lihat, tapi saya dampingi," tegas salah satu dari petugas tersebut.
Alhasil, sepanjang pemantauan dari area belakang hingga depan kompleks, wartawan dikawal ketat oleh dua petugas keamanan guna memastikan tidak ada aktivitas pengambilan gambar di zona steril tersebut.
Pengerjaan Las dan Penguatan Infrastruktur Besi
Secara fisik, pengamanan di Kantor Gubernur Kaltim terus diperkuat.
Hingga pukul 13.15 WITA, terlihat aktivitas pekerja yang tengah melakukan proses pengelasan serta pemasangan kawat besi di halaman kantor.
Barikade fisik ini terpantau sudah terpasang di posisi belakang, depan, hingga samping kanan gedung.
Pengerjaan ini dilakukan secara intensif dan telah dimulai sejak beberapa hari sebelumnya.
"Dari H-2, H-3 (sudah dikerjakan). Sekarang mereka sedang istirahat. Jadi habis salat zuhur mungkin lanjut lagi”, ujar salah satu petugas keamanan yang melakukan pengawalan.
Pantauan terakhir menunjukkan konsentrasi pekerja mulai bergeser ke arah kiri kantor gubernur, tepatnya di depan Gedung Olah Bebaya.
Di titik tersebut, terpantau petugas sedang memasang kawat.
Berbeda dengan sisi lainnya, area depan Gedung Olah Bebaya terpantau belum dipasang besi untuk penyangga.
Respons Pemerintah dan Antisipasi Keamanan
Status sterilisasi ini diterapkan untuk memastikan keamanan internal gedung menjelang kedatangan massa aksi dari aliansi masyarakat esok hari.
Namun, pihak keamanan di lapangan mengaku tidak mendapatkan rincian detail mengenai alasan spesifik sterilisasi tersebut.
"Enggak dijelasin juga, Bang. Dari atasannya saja arahannya. Kita enggak berani banyak bicara juga," uangkap salah satu petugas keamanan yang melakukan pengawalan.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat memberikan tanggapan mengenai keberadaan kawat berduri tersebut.
Ia menjelaskan bahwa hal itu merupakan ranah otoritas keamanan.
"Khusus itu yang memasang standar dari Polresta dan Polda, silakan konfirmasi dengan Kapolres atau yang menangani di sana ya," tulis Faisal melalui pesan WhatsApp saat dikonfirmasi pada Senin sore.
Namun, saat ditanya lebih lanjut mengenai penjelasan teknis sterilisasi kantor yang sudah berjalan beberapa hari, pihak Kominfo belum memberikan respons tambahan hingga berita ini diturunkan.
Hingga sore hari, personel keamanan masih terus bersiaga di setiap sudut gedung dengan kewaspadaan tinggi.
Pengerjaan pemasangan kawat dan besi penyangga terus dikebut sebagai bagian dari persiapan final otoritas dalam menghadapi gelombang massa yang diperkirakan akan memadati kawasan tersebut pada 21 April esok. (son)
- Bambang Widjojanto - Sudarno Bicara Soal Demo Kaltim, Castro: Itu Corong Pemerintah
- Tanggapi Aksi Demo 21 April, Rudy Mas’ud Sebut Kantor Gubernur Dibuka 24 Jam, 19 April Bertolak ke Jakarta
- Lebih Empat Menit Bicara Rencana Aksi 21 April Demo Kaltim, BW Terpantau 25 Kali Menggeser Pandangan ke bukan Arah Kamera, Seperti Membaca Teks?




