- Sungai Kelai–Segah Kian Dangkal: Kadis ESDM Sebut ‘Bisa Main Bola Saat Surut’
- Peta Data Bencana Kaltim Sepanjang 2025: Samarinda 223 Kasus, Balikpapan 85, Mahulu Paling Sedikit
- Anggaran Pariwisata Kaltim Dipangkas Rp20 Miliar dari Rp38 Miliar, Strategi Bertahan Ala Ririn Sari Dewi di Tengah Pemotongan TKD
Prabowo Subianto Sambut Terbuka Wacana Pilkada Lewat DPRD
Selain itu, Presiden Prabowo Subianto menyambut wacana tersebut dengan terbuka.
Ia menilai pemilihan kepala daerah oleh DPRD bisa menjadi solusi agar politik tidak hanya ditentukan oleh kandidat dengan modal besar.
“Jadi, saya sendiri condong, saya akan mengajak kekuatan politik, ayo marilah kita berani, berani memberi solusi kepada rakyat kita, demokratis tapi jangan buang-buang uang,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, jika DPRD sudah dipilih rakyat, lembaga itu bisa langsung memilih gubernur hingga bupati dan wali kota.
“Kalau sudah sekali memilih DPRD kabupaten, DPRD provinsi, ya kenapa enggak langsung saja pilih gubernurnya dan bupatinya, selesai,” ujar dia.
Ia menambahkan bahwa sistem ini sudah diterapkan di sejumlah negara, termasuk Malaysia, India, Inggris, Kanada, dan Australia, yang dianggap lebih efisien.
Wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD bukanlah hal baru.
Prabowo pernah menyampaikan gagasan serupa saat HUT ke-60 Partai Golkar di Bogor, Kamis (12/12/2024) lalu.
Saat itu, ia menyoroti tingginya biaya pilkada langsung, yang bisa menghabiskan anggaran negara maupun biaya politik kandidat hingga triliunan rupiah hanya dalam satu hingga dua hari.
“Ini sebetulnya begitu banyak ketum partai di sini sebenarnya bisa kita putuskan malam hari ini juga, gimana?” ujar Prabowo saat itu, yang langsung mendapat sambutan dukungan dari Golkar.
Bahlil menilai gagasan tersebut masih sesuai dengan UUD 1945 karena pemilihan langsung hanya diwajibkan untuk presiden dan wakil presiden.
Tag



