ARUSBAWAH.CO - Permasalahan lambatnya pencairan insentif bagi guru honorer di sekolah swasta Kalimantan Timur menuai perhatian dari anggota DPRD Kaltim, Muhammad Darlis Pattalongi.
Darlis menekankan bahwa insentif bukan sekadar bantuan, melainkan hak yang harus diberikan tepat waktu sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para pendidik.
“Insentif itu bukan cuma bantuan, itu bentuk nyata penghargaan atas perjuangan para guru, khususnya mereka yang bertugas di sekolah swasta dan daerah terpencil,” tegas Darlis, Selasa (27/5/2025).
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis mengungkapkan bahwa akar dari keterlambatan pencairan banyak bersumber dari ketidaktepatan data yang dikirim oleh pemerintah daerah kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
“Proses pencairan sangat bergantung pada akurasi dan kelengkapan data yang disampaikan daerah. Kalau datanya belum siap atau ada kekeliruan, tentu verifikasi dari pusat akan terhambat,” jelasnya.
Ia menyoroti lemahnya koordinasi dan sinkronisasi data antara sekolah, dinas pendidikan, dan kementerian sebagai hambatan utama.
Tag



