Arus Publik

Pemprov Kaltim

Inovasi dari Marang Kayu: Pakan Ayam Berprotein Tinggi Berbasis Maggot Curi Perhatian Wagub Kaltim

Pakan maggot peternak Kukar menarik perhatian Wagub Kaltim

Senin, 16 Maret 2026 10:44

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji berbincang dengan peternak Ateng di Marang Kayu terkait inovasi pakan ternak berbasis maggot/Foto: Arusbawah

ARUSBAWAH.CO -  Di tengah agenda Safari Ramadhan yang melintasi jalur pesisir Kalimantan Timur, sebuah titik terang bagi kemandirian pangan muncul dari Desa Marang Kayu, Kutai Kartanegara. 

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menemukan potensi luar biasa dari seorang peternak lokal yang berhasil mengembangkan pakan ternak mandiri berbasis maggot dengan kualitas kompetitif.

Momen ini terjadi secara spontan pada Kamis (12/3/2026) malam. 

Dalam perjalanan menuju Kota Bontang setelah bertolak dari Muara Badak, rombongan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memutuskan menepi di sebuah warung milik warga yang masih terbuka di pinggir jalan. 

Di sanalah, dalam suasana ngopi santai, Wagub Seno Aji bertemu dengan Ateng, sosok di balik inovasi pakan alternatif tersebut.

Protein Tinggi, Harga Kompetitif

Ateng memaparkan bahwa ia bersama kelompoknya telah berhasil memproduksi pelet pakan ayam dengan bahan baku utama maggot (larva lalat Black Soldier Fly). 

Inovasi ini bukan sekadar coba-coba; Ateng telah melakukan uji laboratorium untuk memastikan kandungan nutrisi produknya.

"Kita fokus di ayam dulu, Pak. Bahan utama proteinnya dari maggot, ditambah dedak, jagung, dan bahan lainnya. Total ada sebelas macam bahan," jelas Ateng saat menunjukkan hasil lab di hadapan Wagub.

Berdasarkan hasil uji tersebut, pakan buatan Ateng memiliki kadar protein mencapai 21%.

Angka ini tergolong tinggi jika dibandingkan dengan pakan pabrikan di pasaran yang rata-rata berada di angka 19% dengan harga jual mencapai Rp12.000 hingga Rp13.000 per kilogram. 

Ateng mengestimasi produknya dapat dijual dengan harga Rp10.000 per kilogram jika sudah diproduksi secara massal.

"Ini estimasi masih Pak. Karena kami sudah cek ke sini, toko-toko paling tinggi 19% proteinnya itu harganya sampai Rp12.000, Pak," tambahnya.

 

Dukungan Pemerintah untuk Skala Produksi

Mendengar penjelasan tersebut, Seno Aji memberikan apresiasi tinggi.

Ia menilai langkah kelompok peternak di Marang Kayu ini sebagai solusi konkret untuk menekan biaya produksi peternak yang selama ini terbebani harga pakan yang mahal.

“Oh proteinnya bagus, 21%.Oke. Iya, Rp10.000 aja sekilo ujar Seno Aji sembari memeriksa sampel pelet tenggelam tersebut”.

Namun, inovasi ini masih terbentur kendala infrastruktur. 

Ateng mengungkapkan bahwa mereka masih kekurangan mesin pembuat pelet dan belum memiliki rumah produksi yang memadai untuk memenuhi standar izin edar.

Merespons kendala tersebut, Wagub Seno Aji langsung menginstruksikan langkah tindak lanjut. 

Beliau meminta pihak peternak segera bersurat secara resmi kepada Pemerintah Provinsi agar bantuan sarana produksi dapat segera diproses.

“Oke, Pak. Kalau bisa, Pak, ada surat permohonannya. Nanti kita bantu, ya”

Pertemuan singkat di pinggir jalan Marang Kayu ini menjadi bukti bahwa inovasi akar rumput memiliki peluang besar untuk berkembang jika mendapatkan dukungan tepat dari kebijakan pemerintah. 

Bagi warga Marang Kayu, kehadiran pakan mandiri ini adalah simbol harapan bagi sektor peternakan yang lebih mandiri dan sejahtera. (son)

 

Tag

MORE