Arus Politik

Ini Strategi Helmi Abdullah Hadapi Pilwali Samarinda, Mulai Perkuat Kepengurusan Gerindra dari Tingkat RT

BERJABAT TANGAN - Helmi Abdullah saat berjabat tangan dengan Prabowo Subianto/ HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Ketua DPC Gerindra Samarinda, Helmi Abdullah, mulai memanaskan mesin politik partainya usai dideklarasikan oleh Gerindra Samarinda sebagai bakal calon wali kota pada Pilkada mendatang. 

Ketua DPRD Samarinda itu memilih membenahi fondasi partai dari tingkat paling bawah.

Saat ini, fokus utamanya adalah merampungkan struktur kepengurusan Gerindra hingga tingkat RT agar seluruh wilayah di Kota Samarinda memiliki anak ranting yang aktif.

Menurutnya, langkah tersebut bukan semata-mata untuk memperkuat organisasi, tetapi juga menjadi cara paling efektif mendengar langsung kebutuhan masyarakat.

"Hari ini saya lebih fokus kepada pembenahan infrastruktur partai. Jaringan kami terdiri dari kepengurusan tingkat kota, kecamatan, kelurahan hingga RT," ujar Helmi kepada Arusbawah.co, Jumat (10/7/2026).

Ia menjelaskan, dari total 1.971 RT di Samarinda, masih terdapat sejumlah wilayah yang belum memiliki kepengurusan anak ranting.

Kekosongan itulah yang kini sedang dilengkapi.

"Yang masih bolong akan kami lengkapi supaya seluruh 1.971 RT punya perwakilan anak ranting," katanya.

Helmi mengatakan, pembentukan struktur hingga tingkat RT bukan hanya soal administrasi organisasi.

Lewat jaringan tersebut, kader-kader Gerindra akan lebih sering turun ke masyarakat untuk menyerap aspirasi sekaligus mengetahui persoalan yang benar-benar dirasakan warga.

Menurutnya, berbagai masukan itu nantinya akan menjadi bahan menyusun program-program prioritas apabila suatu saat mendapat kesempatan memimpin Kota Samarinda.

"Dari situ kami mendengarkan keluh kesah masyarakat. Program apa yang mereka inginkan ke depan. Itu nanti kami olah menjadi program unggulan apabila memang ada kesempatan maju sebagai Wali Kota Samarinda," ujarnya.

 

Tak Malu Lanjutkan Program yang Dinilai Berhasil

Meski tengah menyusun gagasan baru, Helmi menegaskan dirinya juga tidak akan mengabaikan program-program yang sudah terbukti berjalan baik.

Ia menilai sejumlah kebijakan Wali Kota Samarinda Andi Harun yang juga merupakan kader Gerindra telah mendapat respons positif dari masyarakat.

Salah satunya adalah Program Pro Bebaya.

Menurut Helmi, program tersebut memberikan dampak nyata sehingga tidak ada alasan untuk menghentikannya apabila nantinya ia mendapat amanah memimpin Samarinda.

"Saya tidak akan malu mencontoh program yang memang bagus sebagai bentuk melanjutkan program yang baik," katanya.

Namun demikian, ia memastikan tidak hanya mengandalkan program lama.

Program-program yang sudah berjalan akan dipadukan dengan berbagai aspirasi baru yang diperoleh langsung dari masyarakat melalui kegiatan turun ke lapangan.

Kendati begitu, Helmi menegaskan saat ini dirinya belum berbicara soal pencalonan.

Tahapan yang menurutnya paling penting adalah bekerja, bersosialisasi, dan memperkenalkan diri kepada masyarakat.

"Pada tahapan ini tentu kami lebih pada bekerja dulu untuk bersosialisasi, mensosialisasikan diri kepada masyarakat," ucapnya.

"Karena itu, saya harus mulai bekerja dari sekarang, turun ke lapangan, agar memiliki modal berupa dukungan masyarakat," sambungnya.

Ia juga menyadari bahwa dalam proses penjaringan calon kepala daerah, hasil survei menjadi salah satu indikator penting.

Karena itu, ia ingin membangun tingkat keterkenalan sekaligus kepercayaan masyarakat sejak sekarang.

"Nanti akan ada survei, baik dari lembaga survei maupun dari partai politik. Harapan kami, ketika survei dilakukan nama kami sudah mulai muncul. Kalau nama muncul dan programnya jelas, itu menjadi salah satu modal mendapatkan respons positif," ujar pria kelahiran Muara Muntai ini.

Ungkap Arahan Prabowo kepada Ketua DPC Gerindra

Di balik langkah konsolidasi tersebut, Helmi mengungkap ada arahan langsung dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, kepada seluruh ketua DPC Gerindra di daerah.

Menurutnya, para ketua DPC disebut sebagai "panglima perang" yang memiliki tanggung jawab membesarkan partai sekaligus membangun daerahnya masing-masing.

Karena itu, keberadaan kader Gerindra di daerah tidak boleh hanya hadir saat momentum politik.

Mereka harus menjadi pihak yang pertama turun ketika masyarakat menghadapi persoalan ataupun memiliki aspirasi yang perlu diperjuangkan.

"Beliau (Prabowo) menyebut kami sebagai panglima perang di daerah masing-masing. Kehadiran Gerindra harus memberikan manfaat bagi daerah tempat kami berdomisili," kata Helmi.

Ia mengatakan, Prabowo juga berpesan agar para panglima perang tersebut siap maju ketika pemilihan kepala daerah digelar.

Bahkan, menurut Helmi, Ketua Umum Gerindra menyatakan akan memberikan dukungan penuh kepada kader-kader yang dipercaya maju memimpin daerahnya.

"Beliau (Prabowo) menyampaikan bahwa para panglima perang wajib maju di daerah masing-masing. Beliau siap berada di belakang mereka dan mendukung sepenuhnya agar bisa membesarkan daerahnya apabila dipercaya menjadi kepala daerah," ujarnya.

Meski demikian, Helmi menegaskan pesan tersebut tidak dimaknai sebagai instruksi untuk segera berkampanye.

Baginya, tugas utama kader Gerindra saat ini tetap bekerja di tengah masyarakat dan memberikan manfaat nyata.

"Intinya, kami sebagai kader Gerindra di daerah harus memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat di tempat kami berdomisili. Itu yang menjadi pesan utama beliau," demikian kata Helmi.

(raf)

 

Tag

MORE