Meski tengah menyusun gagasan baru, Helmi menegaskan dirinya juga tidak akan mengabaikan program-program yang sudah terbukti berjalan baik.
Ia menilai sejumlah kebijakan Wali Kota Samarinda Andi Harun yang juga merupakan kader Gerindra telah mendapat respons positif dari masyarakat.
Salah satunya adalah Program Pro Bebaya.
Menurut Helmi, program tersebut memberikan dampak nyata sehingga tidak ada alasan untuk menghentikannya apabila nantinya ia mendapat amanah memimpin Samarinda.
"Saya tidak akan malu mencontoh program yang memang bagus sebagai bentuk melanjutkan program yang baik," katanya.
Namun demikian, ia memastikan tidak hanya mengandalkan program lama.
Program-program yang sudah berjalan akan dipadukan dengan berbagai aspirasi baru yang diperoleh langsung dari masyarakat melalui kegiatan turun ke lapangan.
Kendati begitu, Helmi menegaskan saat ini dirinya belum berbicara soal pencalonan.
Tahapan yang menurutnya paling penting adalah bekerja, bersosialisasi, dan memperkenalkan diri kepada masyarakat.
"Pada tahapan ini tentu kami lebih pada bekerja dulu untuk bersosialisasi, mensosialisasikan diri kepada masyarakat," ucapnya.
"Karena itu, saya harus mulai bekerja dari sekarang, turun ke lapangan, agar memiliki modal berupa dukungan masyarakat," sambungnya.
Ia juga menyadari bahwa dalam proses penjaringan calon kepala daerah, hasil survei menjadi salah satu indikator penting.
Karena itu, ia ingin membangun tingkat keterkenalan sekaligus kepercayaan masyarakat sejak sekarang.
"Nanti akan ada survei, baik dari lembaga survei maupun dari partai politik. Harapan kami, ketika survei dilakukan nama kami sudah mulai muncul. Kalau nama muncul dan programnya jelas, itu menjadi salah satu modal mendapatkan respons positif," ujar pria kelahiran Muara Muntai ini.




