Arus Publik

Indonesia Tak Bisa Menunda Lagi, IKA Unpad Luncurkan Forum Ekonomi Hijau

Selasa, 2 Juni 2026 19:21

POSTER - Ketua Pelaksana Forum Ekonomi Hijau, Ferdian Agustiana, mengatakan pembahasan mengenai keberlanjutan harus mulai bergerak dari tataran konsep menuju langkah nyata yang bisa diterapkan/ HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Cuaca ekstrem semakin sering terjadi.

Banjir datang lebih cepat, musim kemarau terasa lebih panjang, sementara polusi dan kerusakan lingkungan terus menjadi persoalan yang belum sepenuhnya teratasi.

Di tengah situasi itu, pertanyaan besar mulai muncul: bagaimana Indonesia bisa terus bertumbuh secara ekonomi tanpa mengorbankan lingkungan dan generasi mendatang?

Pertanyaan tersebut menjadi salah satu alasan lahirnya Forum Ekonomi Hijau (FEH), sebuah wadah kolaborasi lintas sektor yang diinisiasi Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad).

Forum tersebut dijadwalkan diluncurkan pada 17 Juni 2026 di Jakarta dan akan mempertemukan akademisi, pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat sipil untuk membahas arah pembangunan berkelanjutan Indonesia.

Bagi banyak pihak, ekonomi hijau bukan lagi sekadar konsep yang dibahas di ruang kuliah atau seminar. Perubahan iklim yang semakin nyata membuat isu ini menjadi kebutuhan mendesak.

Indonesia sendiri berada pada posisi yang unik.

Di satu sisi memiliki kekayaan alam yang melimpah, hutan tropis yang luas, potensi energi baru terbarukan, dan bonus demografi yang besar.

Namun di sisi lain, ancaman banjir, krisis air bersih, polusi udara, kerusakan hutan hingga ketergantungan pada eksploitasi sumber daya alam masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai.

Ketua Dewan Pembina IKA Unpad, Burhanuddin Abdullah, menilai Indonesia tidak memiliki banyak waktu untuk menunda transformasi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Menurutnya, mempertahankan pola pembangunan lama justru akan menimbulkan biaya yang jauh lebih besar dibandingkan melakukan transisi menuju ekonomi hijau.

"Ekonomi hijau harus dilihat sebagai peluang besar untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, lapangan kerja baru, sekaligus menjaga keberlanjutan bangsa," ujarnya.

Burhanuddin juga mengingatkan bahwa daya saing Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan beradaptasi terhadap tuntutan ekonomi global yang semakin menekankan praktik pembangunan rendah karbon dan ramah lingkungan.

Karena itu, ia menilai transformasi tersebut tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.

Kesadaran itulah yang kemudian melatarbelakangi pembentukan Forum Ekonomi Hijau.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IKA Unpad, Yhodhisman Soratha, menjelaskan forum ini diharapkan menjadi ruang pertemuan berbagai gagasan dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas hingga generasi muda.

Menurutnya, tantangan keberlanjutan terlalu besar untuk diselesaikan secara sektoral.

"Forum Ekonomi Hijau diharapkan menjadi ruang dialog yang terbuka dan produktif. Tantangan keberlanjutan tidak mungkin diselesaikan oleh satu sektor saja," katanya.

Pada tahap awal, forum tersebut akan menjadi bagian dari ekosistem IKA Unpad. Namun ke depan, forum ini diharapkan berkembang menjadi platform independen yang dapat mendorong diskusi publik mengenai kebijakan hijau, inovasi berkelanjutan, serta transformasi ekonomi nasional.

Peluncuran FEH nantinya akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional dari berbagai bidang. Mereka akan berdiskusi mengenai strategi dan formula terbaik dalam menerapkan ekonomi hijau di Indonesia.

Ketua Pelaksana Forum Ekonomi Hijau, Ferdian Agustiana, mengatakan pembahasan mengenai keberlanjutan harus mulai bergerak dari tataran konsep menuju langkah nyata yang bisa diterapkan.

Menurutnya, ekonomi hijau bukan tentang menghentikan pertumbuhan ekonomi, melainkan memastikan pertumbuhan tersebut berlangsung dengan cara yang lebih cerdas, efisien, dan inklusif.

"Ini bukan hanya soal lingkungan. Ini juga soal kualitas hidup masyarakat dan masa depan ekonomi Indonesia," ujarnya.

Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu pemain utama dalam ekonomi hijau global, terutama melalui transisi energi, pengembangan industri hijau, hilirisasi berkelanjutan, serta inovasi teknologi ramah lingkungan.

Melalui Forum Ekonomi Hijau, IKA Unpad berharap lahir lebih banyak kolaborasi yang mampu mendorong pembangunan ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari tingginya angka pertumbuhan ekonomi.

Di tengah ancaman perubahan iklim dan ketidakpastian global, keberhasilan sebuah bangsa juga ditentukan oleh kemampuannya menjaga bumi tetap layak dihuni bagi generasi yang akan datang. (pra)

 

Tag

MORE