Advertorial

Hotel Atlet Mangkrak Usai Renovasi, Anggota Dewan Desak Pemerintah Ambil Langkah Cepat

Rabu, 28 Mei 2025 16:56

POTRET - Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle (Foto: Instagram @sabaruddinpanrecalle)

ARUSBAWAH.CO - Komisi II DPRD Kaltim melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Hotel Atlet yang terletak di kawasan GOR Kadrie Oening, Sempaja, pada Rabu (28/5/2025).

Sidak ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II, Sabaruddin Panrecalle, didampingi sejumlah anggota, yakni Sapto Setyo Pramono, Abdul Giaz, Firnadi Ikhsan, Guntur, dan Andi Muhammad Afif Rayhan Harun.

Kedatangan mereka disambut oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim, Agus Hari Kesuma, bersama perwakilan dari Biro Hukum dan Biro Perekonomian Setdaprov Kaltim. 

Fokus kunjungan ini tertuju pada minimnya pemanfaatan Hotel Atlet, meski bangunan megah itu telah rampung direnovasi menggunakan dana APBD sebesar Rp111,2 miliar.

Hotel delapan lantai dengan total 273 kamar tersebut awalnya dibangun untuk ajang PON 2008, namun sayangnya terbengkalai lebih dari 10 tahun.

Baru pada tahun 2024, bangunan ini direnovasi ulang guna mendukung pelaksanaan MTQ Nasional.

Kendati proses revitalisasi telah selesai, hingga kini belum ada kepastian terkait mekanisme operasional maupun penetapan tarif retribusi.

Wakil Ketua Komisi II, Sapto Setyo Pramono, mendorong agar pemerintah daerah segera memberlakukan tarif retribusi sementara yang relevan dengan kondisi dan fungsi baru hotel tersebut, sembari menunggu proses administratif perubahan status dari wisma menjadi hotel rampung.

“Tarif sementara perlu ditetapkan agar hotel ini bisa segera dimanfaatkan, sembari menyesuaikan dengan status barunya,” ucap Sapto.

Sementara itu, Ketua Komisi II, Sabaruddin, menyampaikan bahwa fasilitas yang tersedia sudah cukup layak dan siap pakai.

Namun, tanpa pengelolaan yang maksimal, potensi hotel ini akan sia-sia.

Ia menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap hasil sidak agar aset daerah ini bisa segera berfungsi dan memberi manfaat nyata.

“Kita melihat sarana yang tersedia sudah cukup representatif. Sekarang tinggal bagaimana dikelola dengan baik agar betul-betul memberikan dampak positif bagi daerah,” tandasnya. (adv)

Tag

MORE