ARUSBAWAH.CO – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menegaskan dukungannya terhadap program Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) serta menyoroti potensi pertanian di Samarinda yang tetap menjanjikan meskipun berada di tengah kota.
Ini disampaikan usai adanya Konsolidasi Daerah Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang digelar di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Rabu (25/2/2025).
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Fadli Zon yang diwakili Sekretaris Jenderal (Sekjen) HKTI, Manimbang Kahariadi, menyatakan optimisme terhadap kebijakan pertanian yang diterapkan di Samarinda, termasuk adanya kawasan lahan pertanian seluas 250 hektare di kota tersebut.
Menurut Manimbang, pengembangan pertanian di Samarinda dapat terus berkembang dengan adanya kebijakan yang terintegrasi, tidak hanya dari sektor pertanian tetapi juga melibatkan instansi terkait seperti PUPR untuk memastikan infrastruktur pendukung tersedia dengan baik.
“Asalkan ada kebijakan yang terkoordinasi dengan baik, seperti sistem irigasi yang maksimal dan akses alat berat yang memadai, maka pertanian di Samarinda bisa memberikan hasil yang optimal,” ujar Manimbang.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya pertanian agar hasil produksi dapat memenuhi kebutuhan pangan lokal dan bahkan berpotensi menjadi pemasok bagi daerah lain.
“Dengan koordinasi yang baik, saya optimis Samarinda bisa surplus pangan dan membantu daerah lain,” tambahnya.
Namun, Manimbang juga mengakui bahwa keberadaan industri dan aktivitas pertambangan di sekitar Samarinda menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan sektor pertanian.
Meski demikian, ia percaya bahwa pemerintah kota maupun provinsi memiliki strategi untuk tetap meningkatkan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, HKTI berperan dalam mengadvokasi kebijakan yang berpihak pada petani dan memastikan aspirasi mereka tersampaikan ke tingkat pemerintah.

Selain membahas pertanian di Samarinda, HKTI juga menyatakan dukungannya terhadap program Danantara yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini dianggap sebagai langkah strategis untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan yang membutuhkan anggaran besar.
“Kami sebagai mitra strategis pemerintah tentu mendukung langkah-langkah yang diambil Presiden untuk mewujudkan swasembada pangan. Dengan dukungan pendanaan yang besar, ini menjadi terobosan penting dalam memperkuat sektor pertanian,” ungkap Manimbang.
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan resmi antara HKTI dan Danantara terkait kerja sama dalam mendukung program Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo. “Saya belum tahu secara pasti, tetapi saya sempat berdiskusi dengan pimpinan Danantara dan mereka memang fokus pada akselerasi program swasembada pangan,” tambahnya.
Dengan adanya dukungan HKTI terhadap kebijakan nasional dan optimisme terhadap potensi pertanian di Samarinda, diharapkan sektor pertanian dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam ketahanan pangan daerah maupun nasional. (pra)





