ARUSBAWAH.CO - Besaran anggaran hibah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim nilainya berbeda-beda dalam lima tahun belakang.
Nilainya tidak pernah sama setiap tahun, mulai dari puluhan miliar rupiah hingga mencapai Rp175 miliar saat persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.
Setiap pemberian dana hibah dari Pemprov kaltim kepada KONI Kaltim wajib melalui mekanisme Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).
NPHD itulah menjadi dasar hukum pencairan dana sekaligus mengatur hak, kewajiban, tujuan penggunaan anggaran hingga pertanggungjawabannya.
Jika ditarik sejak 2022 hingga 2026, besaran hibah yang diterima KONI Kaltim terus berubah mengikuti prioritas pemerintah daerah, agenda olahraga nasional, hingga kebijakan efisiensi anggaran.
Tahun 2022: Hibah Rp50 Miliar untuk Persiapan Porprov Berau
Pada Tahun Anggaran 2022, Pemprov Kaltim mengalokasikan hibah kegiatan olahraga sebesar Rp50 miliar.
Anggaran itu terbagi menjadi tiga kelompok kegiatan, yakni:
- Fasilitas venue olahraga sebesar Rp25 miliar.
- Pengadaan peralatan pertandingan sebesar Rp5 miliar.
- Penyelenggaraan kegiatan olahraga sebesar Rp20 miliar.
Besarnya dukungan anggaran tersebut sejalan dengan persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2022 di Kabupaten Berau lalu.
Kala itu, Komisi IV DPRD Kaltim menggelar rapat kerja bersama PB Porprov Kaltim, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Dispora Berau serta KONI Kaltim pada Rabu, 15 Juni 2022.
Rapat itu membahas berbagai kesiapan pelaksanaan Porprov, mulai dari venue, anggaran hingga kesiapan teknis penyelenggaraan.
Tahun 2023: Hibah KONI Turun Menjadi Rp43,5 Miliar
Memasuki Tahun Anggaran 2023, besaran hibah untuk KONI Kaltim mengalami penurunan menjadi Rp43,5 miliar yang bersumber dari APBD Kaltim.
Namun, pola penyaluran hibah saat itu berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Dana hibah olahraga dikemas melalui skema Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Kaltim.
Mengacu pada pemberitaan SSCNews tahun 2023, Ketua Pelaksana Sekretariat DBON Kaltim saat itu, Zairin Zain, menjelaskan total hibah DBON mencapai Rp100 miliar.
Dana hibah itu kemudian dibagi kepada delapan organisasi olahraga di Kaltim, yakni:
- KONI Kaltim: Rp43,5 miliar
- DBON Kaltim: Rp31 miliar
- NPCI Kaltim: Rp10 miliar
- KORMI Kaltim: Rp7,5 miliar
- BAPOPSI Kaltim: Rp2,5 miliar
- BAPOMI Kaltim: Rp2 miliar
- BAPOR KORPRI Kaltim: Rp2 miliar
- SIWO PWI Kaltim: Rp1,5 miliar
Pada awalnya, hibah tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 100.3.3.1/K.277/2023 tanggal 17 April 2023 tentang Penerima Hibah dari Pemprov Kaltim melalui Dispora Kaltim.
Selanjutnya, proses pencairan dilakukan setelah penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).
Setelah dana diterima, DBON Kaltim kemudian mendistribusikan anggaran kepada delapan lembaga olahraga sesuai pembagian yang telah ditetapkan.
Tahun 2024: Hibah Melonjak Tajam Menjadi Rp175 Miliar
Tahun 2024 menjadi periode dengan nilai hibah terbesar yang diterima KONI Kaltim dalam lima tahun terakhir.
Hal itu Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kaltim tahun 2024.
Di LHP BPK 2024, Hibah yang diterima KONI Kaltim mencapai Rp175 miliar.
Besarnya anggaran tersebut berkaitan langsung dengan persiapan kontingen Kaltim menghadapi PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.
Dana hibah itu resmi dituangkan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang ditandatangani pada Maret 2024.
Kala itu, pada Rabu malam, 27 Maret 2024, jajaran pimpinan KONI Kaltim yang dipimpin Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras bertemu Kepala Dispora Kaltim Agus Hari Kesuma untuk menandatangani NPHD tersebut.
Dokumen itu telah lebih dahulu disahkan oleh Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik sebagai dasar pencairan dana hibah APBD Tahun Anggaran 2024.
Nilai Rp175 miliar tersebut dipakai membiayai hampir seluruh kebutuhan kontingen Kaltim menuju PON.
Mulai dari program pemusatan latihan daerah (Pelatda), kebutuhan latihan atlet, pembinaan pelatih, perlengkapan pertandingan, biaya keberangkatan menuju Aceh dan Sumatera Utara, transportasi kepulangan kontingen, akomodasi selama pertandingan hingga uang saku atlet dan pelatih.
Dengan kata lain, sebagian besar pembiayaan operasional kontingen Kaltim di PON 2024 ditopang melalui dana hibah APBD tersebut.
Tahun 2025: Kembali Turun Menjadi Rp45,5 Miliar
Setelah kebutuhan PON selesai, nilai hibah untuk KONI Kaltim kembali turun drastis pada Tahun Anggaran 2025.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan melalui laman resmi @konikaltim.co, Pemprov Kaltim mengalokasikan hibah sebesar Rp45,5 miliar kepada KONI Kaltim.
Penandatanganan NPHD dilaksanakan pada Kamis, 7 Agustus 2025, di Hotel Four Points by Sheraton Balikpapan.
Penandatanganan dilakukan Pemprov Kaltim bersama tujuh organisasi penerima hibah dan disaksikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud.
Total hibah yang disalurkan kepada seluruh organisasi penerima mencapai Rp77,45 miliar dengan rincian:
- KONI Kaltim: Rp45,5 miliar
- Kwarda Gerakan Pramuka Kaltim: Rp13,5 miliar
- KORMI Kaltim: Rp8,5 miliar
- NPCI Kaltim: Rp5 miliar
- BAPOR KORPRI Kaltim: Rp4,25 miliar
- Pengprov PBI Kaltim: Rp500 juta
- Pengprov POBSI Samarinda: Rp200 juta
Tahun 2026: Hibah Dipangkas Hingga Tinggal Rp16,5 Miliar
Perubahan paling mencolok terjadi pada Tahun Anggaran 2026.
Melalui laman resmi Pemprov kaltim diumumkan bahwa hibah untuk KONI Kaltim hanya sebesar Rp16,5 miliar.
Penandatanganan NPHD Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan pada Senin, 6 April 2026, di Lantai 4 Tower Dispora Kaltim.
Sebelum penandatanganan itu, Dispora Kaltim telah lebih dulu menyampaikan adanya penyesuaian besaran hibah.
Pemberitahuan tersebut tertuang dalam Surat Nomor 000.7.7.1/2741/DISPORA-Umum/2025 tertanggal 25 November 2025 yang ditandatangani langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Dispora Kaltim Muhammad Faisal S.Sos., M.Si yang masih menjabat saat itu.
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa alokasi hibah KONI Kaltim mengalami penyesuaian dari rencana awal Rp44 miliar menjadi Rp16,5 miliar.
Pemangkasan itu disebut dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian prioritas nasional Tahun Anggaran 2026 sekaligus upaya optimalisasi belanja pemerintah.
Artinya, dibanding hibah Rp175 miliar pada 2024, nilai hibah KONI Kaltim tahun 2026 turun sekitar Rp158,5 miliar atau lebih dari 90 persen.
KONI Kaltim Membina 64 Cabang Olahraga
Besarnya perhatian terhadap hibah KONI bukan tanpa alasan.
Organisasi ini menjadi induk pembinaan olahraga prestasi di Kaltim.
Saat ini KONI Kaltim diketahui, membina 64 cabang olahraga hasil Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov).
Cabang olahraga tersebut meliputi kategori bela diri seperti taekwondo, karate, pencak silat, tinju, judo, tarung derajat, sambo, wushu, anggar, jujitsu, gulat dan kempo.
Kategori permainan dan olahraga beregu mencakup bola basket, bola voli indoor dan pantai, sepak bola, futsal, sepak takraw, bola tangan, softball/baseball, hoki, cricket, rugby, korfball, pickleball serta gateball.
Pada kategori olahraga air terdapat renang atau akuatik, dayung, layar, selam, ski air, arung jeram dan polo air.
Kategori olahraga udara dan bermotor terdiri dari aeromodelling, paralayang, gantole, terjun payung serta balap motor atau motocross.
Kategori olahraga ketepatan dan konsentrasi meliputi menembak, panahan, biliar, boling, catur, bridge, golf, petanque dan dancesport.
Sementara kategori olahraga prestasi terukur mencakup atletik, balap sepeda, senam, angkat besi, angkat berat, binaraga, panjat tebing, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, squash, woodball, muaythai, kickboxing, kurash, triathlon serta sejumlah cabang prestasi lainnya.
(wan)
- LHP BPK 2025: Dinas Pariwisata, PUPR-PERA hingga Disdikbud Kaltim Diminta Kembalikan Uang Ke Kas Daerah
- Rincian Rp2 Triliun Kurang Bayar DBH untuk Provinsi Kalimantan Timur, Tercantum di PMK 120/2025
- Pemprov Kaltim Tak Tambah Bankeu untuk 10 Kabupaten/Kota di APBD Perubahan 2026, Alokasi 2027 Belum Pasti
- Baru 2 dari 14 Wilayah Kerja Migas di Kaltim yang Berikan PI 10 Persen, Ini Daftar Lengkap Statusnya




