Beda DPRD dan Pilwali, Helmi Sebut Butuh Dukungan Setengah Pemilih Samarinda
Helmi Abdullah kemudian membandingkan pengalaman sebagai anggota legislatif dengan pertarungan dalam pemilihan kepala daerah.
Menurut dia, seorang anggota DPRD cukup fokus pada daerah pemilihannya masing-masing.
Situasinya berbeda ketika maju sebagai wali kota yang harus dikenal hampir seluruh warga kota.
Ia mencontohkan pengalaman pribadinya saat maju sebagai calon anggota legislatif.
"Halo anggota DPRD, suara yang dicari tidak terlalu banyak. Di dapil saya, 3.000 sampai 5.000 suara sudah cukup. Saya waktu itu hampir dapat 6.000 suara. Tapi kalau wali kota harus dapat 50 persen plus satu dari seluruh pemilih Samarinda. Itu tidak gampang," katanya.
Pengalaman Menangkan Andi Harun Jadi Pelajaran Politik
Pengalaman menjadi Ketua Tim Pemenangan Andi Harun dalam dua pemilihan wali kota juga menjadi pelajaran berharga baginya.
Dari pengalaman itu, Helmi Abdullah melihat bahwa popularitas seorang politisi legislatif belum tentu berbanding lurus dengan elektabilitas dalam pemilihan kepala daerah.
"Dulu Pak Andi Harun lima periode di DPRD Provinsi. Tapi waktu awal disurvei, elektabilitasnya enggak sampai lima persen. Itu menunjukkan beda antara anggota DPR dan kepala daerah," ujarnya.
Helmi Minta Kader Gerindra Tidak Hanya Deklarasi Dukungan
Karena itu, Helmi Abdullah meminta dukungan yang muncul dari internal Gerindra tidak berhenti sebatas deklarasi politik.
Ia ingin dukungan itu diterjemahkan menjadi kerja organisasi yang lebih konkret di lapangan.
Tag



