“Di situ saya belajar. Kita mungkin bisa mengakali manusia, tapi tidak bisa mengakali yang di atas,” ujar legislator Gerindra ini.
Dari Kucing ke Rezeki
Pengalaman serupa juga ia rasakan dalam hal-hal yang menurut banyak orang terlihat sepele.
Helmi mengaku beberapa kali merasakan perbedaan ketika memperlakukan hewan, terutama kucing.
Ia pernah merasa kesal dan mengusir bahkan menendang kucing yang mengganggu.
Namun dalam pengalamannya, setelah itu justru muncul berbagai persoalan yang membuatnya tidak nyaman.
Sebaliknya, ketika ia memberi makan kucing yang datang ke rumah, ada perasaan tenang yang sulit dijelaskan.
“Kadang besoknya urusan terasa lebih lancar,” katanya.
Helmi tidak menganggap hal itu sebagai sesuatu yang mistis.
Baginya, itu lebih kepada pengingat bahwa manusia hidup berdampingan dengan makhluk lain dan memiliki tanggung jawab untuk berbagi.
“Rezeki mereka mungkin memang lewat kita,” ucapnya.
Karena itulah hingga sekarang, meski sudah menjabat sebagai orang nomor satu di Parlemen Basuki Rahmat, ia tetap meluangkan waktu sendiri untuk menyiapkan makanan bagi kucing-kucing yang datang ke rumahnya.
"Saya Ketua DPRD, tapi saya gorengkan ikan itu (untuk kucing)," bebernya.
Hidup Sederhana Meski Bisa Hidup Mewah
Prinsip yang sama juga diterapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Helmi mengaku tidak pernah terlalu tertarik pada gaya hidup mewah.
Ia tidak memakai jam tangan mahal, tidak mengejar pakaian bermerek, bahkan masih menggunakan telepon genggam yang menurutnya sudah tergolong keluaran lama.
“Yang penting nyaman dipakai, bersih, dan berfungsi,” ujarnya.
"Kalau belum rusak, ya pakai saja. Menurut saya enggak harus yang baru terus," sambung Helmi.
Menurut Helmi, kemampuan membeli barang mahal bukan berarti harus selalu diwujudkan.
Ia lebih memilih mengajarkan anak-anaknya untuk menabung jika menginginkan sesuatu.
“Kalau mau beli sesuatu, kumpulkan uang dulu. Kalau kurang baru saya tambahkan,” katanya.
Tag



