Advertorial

DPRD Samarinda

Hearing Perumda Varia Niaga Diundur, Komisi II DPRD Samarinda Minta Data Bisnis Lebih Rinci

Selasa, 30 Juni 2026 17:11

DPRD - Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi/ Foto: IST

ARUSBAWAH.CO - Rencana rapat dengar pendapat antara Komisi II DPRD Samarinda dan Perumda Varia Niaga belum dapat dilaksanakan sesuai jadwal. 

Agenda tersebut ditunda setelah Direktur Utama Perumda Varia Niaga berhalangan hadir karena mengalami gangguan kesehatan secara mendadak.

Meski hearing resmi batal digelar, pertemuan tetap berlangsung dalam suasana informal.

Kesempatan itu dimanfaatkan jajaran Komisi II DPRD Samarinda untuk menyampaikan sejumlah catatan awal sekaligus mengevaluasi kinerja usaha perusahaan daerah tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan pihaknya masih membutuhkan sejumlah informasi tambahan yang lebih rinci mengenai aktivitas bisnis Perumda Varia Niaga.

Dari hasil telaah sementara, ia mengaku telah menyusun penilaian terhadap berbagai sektor usaha perusahaan ke dalam tiga kategori evaluasi.

“Banyaklah masukan-masukan, termasuk ada beberapa data yang saya minta lagi secara spesifik dan terperinci. Saya buat tiga klasifikasi, merah, kuning, hijau jangan sampai yang kamu jalankan seolah-olah ini menjadi andalanmu, menurut klasifikasi saya itu merah dan berpotensi mengurangi profit-mu, pendapatanmu untuk menutup ke situ,” tegas Iswandi.

Menurut Iswandi, keputusan menunda hearing dilakukan agar seluruh masukan dan rekomendasi dari DPRD nantinya dapat langsung ditanggapi oleh Direktur Utama. 

Dengan begitu, proses pembahasan tidak perlu melalui beberapa tahapan koordinasi di tingkat manajemen.

“Sebenarnya enggak masalah, mereka sudah mengirimkan manajer-manajernya. Cuma kita kan mau bahwa ini nanti misalkan ada keputusan-keputusan yang harus dijawab langsung oleh Dirut, jadi enggak dua tiga kali. Jadi alangkah baiknya kita pending sampai ada nanti Pak Dirut datang,” lanjut Iswandi.

Sementara itu, Dewan Pengawas Perumda Varia Niaga, Jusuf Junus, membenarkan bahwa Direktur Utama tidak dapat menghadiri agenda tersebut karena mendadak terserang vertigo.

Kondisi tersebut membuat pembahasan yang semula dirancang berlangsung secara resmi akhirnya hanya menjadi pertemuan koordinasi ringan.

“Pembahasan tadi seyogianya akan terjadi pembahasan yang secara formil, tetapi karena kebetulan Dirut kami berhalangan hadir, sehingga lebih kepada pembahasan yang informil saja. Jadi pembahasan ringan untuk nanti persiapan pada saat nanti Pak Dirut bisa hadir nanti untuk itu,” kata Jusuf Junus.

Ia menambahkan, waktu penundaan akan dimanfaatkan manajemen untuk menyiapkan bahan evaluasi secara lebih lengkap, termasuk melengkapi berbagai data yang diminta Komisi II DPRD Samarinda agar pembahasan berikutnya dapat berlangsung lebih komprehensif.

“Untuk ini kita lebih banyak mempersiapkan bahan-bahan apa yang kira-kira nanti bisa dibahas untuk lebih komprehensif gitu. Kebetulan beliau tiba-tiba sakit, kena vertigo. Jadi enggak sempat untuk hadir, jadi akan di-reschedule,” pungkas Jusuf.

Komisi II DPRD Samarinda berencana menjadwalkan kembali rapat dengar pendapat tersebut setelah kondisi kesehatan Direktur Utama Perumda Varia Niaga membaik. 

Hearing lanjutan diperkirakan dapat dilaksanakan pada pekan depan dengan agenda pembahasan yang lebih menyeluruh. (adv/naa)

Tag

MORE