ARUSBAWAH.CO - Taufik Adityawarman merupakan Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) sejak 2022 hingga saat ini.
PT KPI merupakan perusahaan yang menaungi PT Kilang Pertamina Balikpapan yang baru saja melakukan peresmian RDMP yang dihadiri Presiden RI, Prabowo Subianto.
Taufik lahir di Ciamis, Jawa Barat, pada 23 Agustus 1967 dan merupakan lulusan Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1992.
Sejak menjabat di lingkungan PT Pertamina, harta kekayaan Taufik Adityawarman tercatat terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.
Hal itu terlihat dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 2020 hingga 2024.
Kenaikan Harta Kekayaan Taufik Adityawarman dari Tahun ke Tahun
Desember 2020, saat masih menjabat sebagai Direktur Pengembangan dan Produksi, total harta kekayaan bersih Taufik tercatat sebesar Rp27,8 miliar.
Desember 2021, nilai kekayaannya naik menjadi Rp34,2 miliar.
Desember 2022, tahun pertama Taufik menjabat sebagai Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional, total harta kekayaannya naik sebesar Rp42,3 miliar.
Desember 2023, harta kekayaannya kembali meningkat menjadi Rp54,3 miliar.
Terbaru 2024, total harta kekayaan bersih Taufik Adityawarman meningkat menjadi Rp60,5 miliar.
- Pemprov Kaltim Minta Maaf Usai Prabowo Tegur Posisi Duduk Sultan Kutai Kartanegara di Acara Pertamina Balikpapan
- Harta Kekayaan Taufik Aditiyawarman, Dirut PT Kilang Pertamina Internasional Perusahaan yang Punya 99,99 Persen Saham Kilang Balikpapan
- Pemilik Saham PT KPB, Perusahaan Kelola Kilang Pertamina di Balikpapan! Terbesar se Indonesia
Detail LHKPN Taufik Adityawarman Sejak Tahun 2020
Laporan LHKPN tahun 2020 disampaikan pada 19 Februari 2021.
Saat itu, Taufik menjabat sebagai Direktur Pengembangan dan Produksi di PT Pertamina Hulu Energi.
Total harta tanah dan bangunan yang dilaporkan mencapai Rp13,3 miliar, tersebar di Jakarta Barat, Tangerang, Pangandaran, Tasikmalaya, Depok, Ciamis, dan Bekasi.
Selain properti, Taufik juga melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai Rp2,1 miliar, harta bergerak lainnya Rp1,9 miliar, surat berharga Rp236 juta, kas dan setara kas Rp9,1 miliar, serta harta lainnya Rp1,3 miliar.
Total harta sebelum utang tercatat Rp28,3 miliar, dengan utang Rp443 juta, sehingga harta bersihnya Rp27,8 miliar.
Laporan LHKPN Taufik Adityawarman Tahun 2021
Pada laporan tahun 2021 yang disampaikan 16 Februari 2022, Taufik masih menjabat sebagai Direktur Pengembangan dan Produksi.
Nilai tanah dan bangunan relatif stabil di angka Rp13,3 miliar, dengan tambahan tanah di Pangandaran.
Nilai alat transportasi dan mesin meningkat menjadi Rp2,2 miliar, sementara kas dan setara kas melonjak signifikan hingga Rp15,9 miliar.
Total harta sebelum utang tercatat Rp36,2 miliar, dengan utang Rp2 miliar.
Harta kekayaan bersihnya pada tahun ini mencapai Rp34,2 miliar.
Laporan LHKPN Taufik Adityawarman Tahun 2022
Laporan tahun 2022 disampaikan pada 14 Maret 2023, bertepatan dengan jabatan Taufik sebagai Direktur Utama Sub Holding Refinery dan Petrochemical PT Pertamina Persero.
Nilai tanah dan bangunan meningkat tajam menjadi Rp18,8 miliar, seiring penambahan properti di Jakarta Barat dan Sleman.
Nilai kas dan setara kas tercatat Rp21,3 miliar, sementara total harta sebelum utang mencapai Rp48 miliar.
Dengan utang sebesar Rp5,6 miliar, total harta kekayaan bersih Taufik pada 2022 mencapai Rp42,3 miliar.
Laporan LHKPN Taufik Adityawarman Tahun 2023
Pada laporan tahun 2023 yang disampaikan 6 Maret 2024, nilai tanah dan bangunan melonjak signifikan menjadi Rp31,7 miliar.
Kenaikan ini didorong oleh penambahan properti bernilai besar di Jakarta Barat dan Kota Yogyakarta.
Kas dan setara kas juga meningkat menjadi Rp28,5 miliar.
Total harta sebelum utang tercatat Rp67 miliar, dengan utang Rp12,7 miliar.
Dengan demikian, harta kekayaan bersih Taufik Adityawarman pada tahun 2023 mencapai Rp54,3 miliar.
Laporan LHKPN Taufik Adityawarman Tahun 2024
Laporan LHKPN tahun 2024 disampaikan pada 14 Februari 2025 dan telah dinyatakan lengkap secara administratif.
Pada periode ini, Taufik masih menjabat sebagai Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional.
Total nilai tanah dan bangunan tercatat Rp33,2 miliar, dengan sebaran aset di Jakarta Barat, Tangerang, Pangandaran, Tasikmalaya, Depok, Ciamis, Bekasi, Sleman, dan Kota Yogyakarta.
Nilai alat transportasi dan mesin mencapai Rp2,8 miliar, termasuk kepemilikan mobil Mercy SUV tahun 2024.
Harta bergerak lainnya tercatat Rp3,6 miliar, surat berharga Rp272 juta, serta kas dan setara kas Rp29 miliar.
Total harta sebelum utang mencapai Rp71,2 miliar.
Setelah dikurangi utang sebesar Rp10,7 miliar, total harta kekayaan bersih Taufik Adityawarman pada laporan tahun 2024 tercatat sebesar Rp60,5 miliar.
Dengan demikian, harta kekayaan Taufik Adityawarman naik Rp18,19 miliar sejak 2022 hingga 2024.
(wan)




