Total harta tanah dan bangunan yang dilaporkan mencapai Rp13,3 miliar, tersebar di Jakarta Barat, Tangerang, Pangandaran, Tasikmalaya, Depok, Ciamis, dan Bekasi.
Selain properti, Taufik juga melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai Rp2,1 miliar, harta bergerak lainnya Rp1,9 miliar, surat berharga Rp236 juta, kas dan setara kas Rp9,1 miliar, serta harta lainnya Rp1,3 miliar.
Total harta sebelum utang tercatat Rp28,3 miliar, dengan utang Rp443 juta, sehingga harta bersihnya Rp27,8 miliar.
Laporan LHKPN Taufik Adityawarman Tahun 2021
Pada laporan tahun 2021 yang disampaikan 16 Februari 2022, Taufik masih menjabat sebagai Direktur Pengembangan dan Produksi.
Nilai tanah dan bangunan relatif stabil di angka Rp13,3 miliar, dengan tambahan tanah di Pangandaran.
Nilai alat transportasi dan mesin meningkat menjadi Rp2,2 miliar, sementara kas dan setara kas melonjak signifikan hingga Rp15,9 miliar.
Total harta sebelum utang tercatat Rp36,2 miliar, dengan utang Rp2 miliar.
Harta kekayaan bersihnya pada tahun ini mencapai Rp34,2 miliar.
Laporan LHKPN Taufik Adityawarman Tahun 2022
Laporan tahun 2022 disampaikan pada 14 Maret 2023, bertepatan dengan jabatan Taufik sebagai Direktur Utama Sub Holding Refinery dan Petrochemical PT Pertamina Persero.
Nilai tanah dan bangunan meningkat tajam menjadi Rp18,8 miliar, seiring penambahan properti di Jakarta Barat dan Sleman.
Nilai kas dan setara kas tercatat Rp21,3 miliar, sementara total harta sebelum utang mencapai Rp48 miliar.
Dengan utang sebesar Rp5,6 miliar, total harta kekayaan bersih Taufik pada 2022 mencapai Rp42,3 miliar.
Laporan LHKPN Taufik Adityawarman Tahun 2023
Pada laporan tahun 2023 yang disampaikan 6 Maret 2024, nilai tanah dan bangunan melonjak signifikan menjadi Rp31,7 miliar.
Tag



