Arus Publik

Harta Kekayaan Taufik Aditiyawarman, Dirut PT Kilang Pertamina Internasional Perusahaan yang Punya 99,99 Persen Saham Kilang Balikpapan

Kekayaan Dirut PT KPI tembus Rp 60, 53 Miliar.

Rabu, 14 Januari 2026 15:20

LHKPN Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI), Taufik Aditiyawarman sebesar Rp60,53 miliar/Kolase Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO - Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI), Taufik Aditiyawarman, tercatat memiliki total harta kekayaan bersih sebesar Rp60,53 miliar.

Hartanya tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun pelaporan 2024 yang diumumkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Profil Taufik Aditiyawarman dan PT Kilang Pertamina Internasional

Taufik Aditiyawarman merupakan pimpinan tertinggi PT Kilang Pertamina Internasional, subholding PT Pertamina (Persero) yang menguasai 99,997 persen saham PT Kilang Pertamina Balikpapan (PT KPB).

Perusahaan itulah yang mengelola proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, salah satu proyek strategis nasional (PSN) di sektor energi minyak dan gas bumi.

PT KPB menjadi pengelola langsung kilang minyak Balikpapan yang baru saja diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto pada Senin, (12/1/2025) kemarin. 

Dengan selesainya proyek RDMP, kapasitas pengolahan kilang Balikpapan kini mencapai 360.000 barel per hari (bph), melampaui Kilang Cilacap yang selama ini menjadi kilang terbesar di Indonesia dengan kapasitas 348.000 bph.

Struktur Kepemilikan dan Investasi Proyek RDMP Balikpapan

Proyek RDMP Balikpapan dikelola PT Kilang Pertamina Balikpapan, dengan komposisi saham mayoritas dimiliki PT Kilang Pertamina Internasional sebesar 99,997 persen.

Sisa 0,003 persen saham dimiliki PT Pertamina Pedeve Indonesia, anak usaha Pertamina yang bergerak di bidang penyertaan modal.

PT KPB didirikan khusus untuk mengembangkan proyek RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe Penajam Paser Utara (PPU), sekaligus menjalankan bisnis pengolahan kilang Refinery Unit V Balikpapan di Kalimantan Timur.

Proyek ini menelan investasi sekitar US$7,2 miliar atau setara Rp108 triliun dengan asumsi kurs Rp15.000 per dolar AS.

Secara fisik, proyek RDMP Balikpapan berdiri di atas lahan seluas 80,64 hektare.

Dengan pengembangan ini, total area kilang Balikpapan kini mencapai 313,64 hektare.

Proyek itu mencakup lima unit revamping (peremajaan atau peningkatan fasilitas), 21 unit utilities (fasilitas pendukung operasional seperti listrik, air, dan uap) dan offsite (fasilitas penunjang di luar unit proses utama) baru, serta 13 unit proses (unit pengolahan utama dalam kilang) baru.

Tag

MORE