ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus melakukan percepatan pembangunan infrastruktur jalan darat yang menghubungkan Kabupaten Kutai Barat menuju Kabupaten Mahakam Ulu.
Dalam peninjauan lapangan yang dilakukan pada Minggu (15/3/2026), Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengonfirmasi bahwa pengerjaan semenisasi di ruas jalan dari Tering ke Ujoh Bilang itu telah mencapai Kilometer (KM) 42.
Peninjauan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi yang berlangsung sejak 12 hingga 16 Maret 2026.
Seno Aji didampingi oleh Wakil Bupati Mahakam Ulu dan jajaran asisten terkait untuk melihat langsung progres fisik pembangunan jalan yang menjadi urat nadi distribusi logistik masyarakat perbatasan.
Kilas Balik Kondisi Jalan Januari 2026
Dalam keterangannya di lokasi pembangunan, Seno Aji memberikan rujukan pada kondisi jalur tersebut pada awal tahun ini sebagai pembanding progres fisik yang telah dicapai secara cepat.
Berdasarkan data dokumentasi pada 14 Januari 2026, akses darat menuju Mahakam Ulu masih berada dalam kondisi rusak berat.
Jalur tersebut merupakan jalan tanah yang sangat rentan terhadap perubahan cuaca, terutama saat curah hujan tinggi di wilayah hulu.
Peristiwa ini di mana rombongan kunjungan Pemerintah Provinsi sempat terjebak di tengah hutan akibat kondisi lumpur yang dalam.
Rekaman pada pukul 21.30 WITA memperlihatkan rombongan tidak dapat melanjutkan perjalanan dan terpaksa bertahan di lokasi tersebut hingga pagi hari akibat medan yang tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan.
Penuntasan akses jalan hingga Kilometer 42 pada Maret 2026 ini menjadi jawaban cepat atas kendala infrastruktur yang ditemukan pada kunjungan Januari lalu.
Dengan konstruksi semenisasi yang ada sekarang, titik-titik kritis yang hanya dalam hitungan bulan sebelumnya menghambat mobilitas, kini sudah dapat dilalui dengan aman dan efisien oleh masyarakat.
- Akses Udara Mahakam Ulu Segera Terbuka: Wagub Kaltim Targetkan Operasional Bandara Ujoh Bilang Tahun Ini
- Rp206 Miliar Sudah Digelontorkan, Rp90 Miliar Belum Dilelang, Jalan Tering–Ujoh Bilang Masih Sisakan 13,6 Km Tanpa Status
- Wagub Kaltim Salurkan Bantuan Rp376 Juta untuk Politeknik Sendawar, Dorong Pemerataan Pendidikan di Kutai Barat
Progres Pembangunan Maret 2026
Seno Aji menyatakan bahwa titik awal Januari membuat rombongan terjebak kini sudah sepenuhnya teratasi dengan konstruksi semenisasi (beton).
Ia menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan komitmen nyata pemerintah untuk memberikan akses transportasi yang layak bagi masyarakat.
"Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sudah menyelesaikan pekerjaannya. Pekerjaan yang sudah lama diimpikan oleh warga saat ini sudah sampai ke kilo 42," ujar Seno Aji saat memberikan pernyataan pers di lokasi proyek.
Penyelesaian jalan hingga KM 42 ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh kendaraan logistik secara signifikan.
Sebelumnya, kendaraan angkutan barang seringkali tertahan berhari-hari jika terjadi hujan deras di titik-titik kritis hutan Mahakam Ulu.
Dengan konstruksi beton, hambatan cuaca tersebut kini dapat diminimalisir.
Rencana Strategis dan Target 2027
Selain melaporkan capaian di KM 42, Seno Aji juga memaparkan rencana lanjutan pembangunan jalan tersebut.
Untuk tahun anggaran 2026, Pemerintah Provinsi telah menjadwalkan perbaikan dan pembangunan tambahan sepanjang 26 kilometer di segmen berikutnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memproyeksi seluruh jalur darat sepanjang kurang lebih 120 kilometer akan tersambung penuh dengan standar jalan mantap pada periode tahun 2026 hingga 2027.
Skema pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan titik-titik yang memiliki tingkat kerusakan paling parah.
"Mudah-mudahan nanti di tahun 2026-2027 sudah tersambung semua sampai 120 kilo. Ini bukti kerja nyata kita dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk masyarakat Hulu Mahakam agar bisa menikmati pembangunan infrastruktur," tambahnya.
Penuntasan akses jalan ini diprediksi akan berdampak langsung pada penurunan biaya angkut barang dan stabilitas harga kebutuhan pokok di Kabupaten Mahakam Ulu.
Selain itu, aksesibilitas menuju pusat pemerintahan di Ujoh Bilang akan lebih efisien bagi mobilitas warga maupun aparatur pemerintah. (son)




