Arus Publik

ARUS DATA

Gundah Rudy DBH Kena Gunting

Lebih Rp 24 Triliun DBH Kaltim + 10 Kabupaten/ Kota Terpangkas

Sabtu, 18 Oktober 2025 16:10

ILUSTRASI AI - Potret ilustrasi AI Artikel Berita Arusbawah.co berjudul Gundah Rudy DBH Kena Gunting/ Arusbawah.co

Kaltim

  • 2025: Rp 6,9 Triliun
  • 2026: Rp 1,62 Triliun
    Penurunan: Rp 5,28 Triliun (−76,5%)

DBH Kutai Kartanegara (Kukar)

  • 2025: Rp 6,7 Triliun
  • 2026: Rp 1,57 Triliun
    Penurunan: Rp 5,13 Triliun (−76,6%)

DBH Kutai Timur (Kutim)

  • 2025: Rp 5,4 Triliun
  • 2026: Rp 1,25 Triliun
    Penurunan: Rp 4,15 Triliun (−76,9%)

DBH Berau

  • 2025: Rp 2,98 Triliun
  • 2026: Rp 663 Miliar
    Penurunan: Rp 2,32 Triliun (−77,8%)

DBH Kutai Barat (Kubar)

  • 2025: Rp 1,83 Triliun
  • 2026: Rp 494 Miliar
    Penurunan: Rp 1,34 Triliun (−73,0%)

DBH Paser

  • 2025: Rp 2,1 Triliun
  • 2026: Rp 523 Miliar
    Penurunan: Rp 1,58 Triliun (−75,2%)

DBH Balikpapan

  • 2025: Rp 1,1 Triliun
  • 2026: Rp 271 Miliar
    Penurunan: Rp 829 Miliar (−75,3%)

DBH Bontang

  • 2025: Rp 1,1 Triliun
  • 2026: Rp 321 Miliar
    Penurunan: Rp 779 Miliar (−70,8%)

DBH Samarinda

  • 2025: Rp 1,3 Triliun
  • 2026: Rp 267 Miliar
    Penurunan: Rp 1,033 Triliun (−79,5%)

DBH Penajam Paser Utara (PPU)

  • 2025: Rp 1,1 Triliun
  • 2026: Rp 254 Miliar
    Penurunan: Rp 846 Miliar (−76,9%)

DBH Mahakam Ulu (Mahulu)

  • 2025: Rp 1,2 Triliun
  • 2026: Rp 277 Miliar
    Penurunan: Rp 923 Miliar (−77,0%)

Total penurunan DBH seluruh Kaltim + 10 kabupaten/kota = Rp 24,21 Triliun.

Dengan demikian, perkataan Rudy Mas'ud yang menyebut kalkulasi pemangkasan DBH seluruh Kaltim sekitar Rp 20 Triliun adalah mendekati tepat, dan bahkan angkanya lebih besar yakni Rp 24, 21 Triliun. 

Ketua APKASI Soroti soal Tuduhan Kepala Daerah Sering Korupsi 

PODCAST - Bupati Langkat yang juga merupakan Ketua Ketua Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia), Bursah Zarnubi/ YT @Akbar Faizal Uncensored

 

Di perbincangan podcast Akbar Faizal tersebut, hadir pula Bupati Langkat yang juga merupakan Ketua Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia), Bursah Zarnubi

Di sana, ia juga diminta pandangannya oleh Akbar Faizal

Bursah Zarnubi menyoroti soal adanya anggapan pemangkasan TKD dengan isu kepala daerah sering korupsi. 

"Pada waktu pidato Mendagri beberapa waktu lalu, pengurangan TKD ini bukan karena korupsi. Tetapi pemerintah pusat untuk kegiatan PSN. Swasembada, Koperasi Merah Putih dll. Tapi kok ada tuduhan kepala daerah sering korupsi. Dia kan baru jadi menteri (Menkeu Purbaya)," ujarnya. 

"Jadi ada perbedaan kesimpulan TKD dikurangi itu, dengan kesimpulan Menteri Keuangan. Presiden mengatakan dibutuhkan uang pusat untuk membangun Makan Bergizi Gratis, untuk Sekolah Rakyat dll, tiba-tiba muncul isu korupsi. Kalau isu korupsi kan harus ditindak. Jadi kalau semua kepala daerah korupsi ini, alasan itu dipotong? Nah itu alasan baru. Baru jadi menteri gitu. Nah ini siapa yang bisikin itu. Jadi saya ingin klarifikasi dari Pak Menteri Keuangan. Kok sampai sebegitu jauh tuduhan gitu loh," lanjutnya lagi. 

Tag

MORE